Minggu, 14 Jun 2026 12:55 WIB

Ini Langkah Kepolisian Dukung Pencegahan PMK Meluas di Lamongan

Polres Lamongan saat berkoordinasi dengan dinas terkait dalam antisipasi penyebaran PMK. (Foto: Humas Polres Lamongan/jatimnow.com)
Polres Lamongan saat berkoordinasi dengan dinas terkait dalam antisipasi penyebaran PMK. (Foto: Humas Polres Lamongan/jatimnow.com)

Lamongan - Guna mengantisipasi meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak di Kabupaten Lamongan, Polres bersama Pemkab memutuskan memberlakukan penyekatan lalu lintas di wilayahnya.

Bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnaskeswan) serta Dinas Pertanian, Polres Lamongan menginsiasi pendirian posko khusus PMK.

Baca Juga: Bising dan Bikin Resah, 21 Motor Berknalpot Brong Terjaring Patroli di Babat Lamongan

"Kami siap mendukung dan mengawal seluruh kebijakan penanganan dari pemkab Lamongan secara maksimal dalam penanganan wabah PMK agar tidak semakin meluas," ungkap Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, Jumat (13/5/2022).

Sebelumnya, sebanyak 303 anggota Bhabinkamtibmas juga dilibatkan untuk pendataan hewan terjangkit dan pemilik ternak di seluruh kawasan Lamongan.

Baca Juga: Dalam Tiga Bulan, Polres Lamongan Ciduk 40 Pengedar Narkotika

Terkait pendirian posko, langkah yang dilakukan salah satunya dengan melakukan pemotongan paksa terhadap ternak yang terinfeksi PMK dan tidak dapat disembuhkan.

"Tidak boleh dibawa ke RPH atau keluar kandang, melakukan pemisahan terhadap sapi yang sehat maupun yang sakit, melakukan pemusnahan terbatas (Focal Culling) terhadap sapi yang telah mati akibat wabah PMK dengan cara potong paksa dan dikubur," jelasnya.

Baca Juga: Pria Asal Gresik Ajak Anak dan Istri Curi Pompa Air di Lamongan

Langkah lain, yakni dengan memastikan ketersediaan obat dan vaksin dalam melanjutkan pengobatan simtomatis pada hewan ternak yang terkena wabah (penyemprotan disinfektan) dan melakukan pengecekan dan pengawasan hewan ternak sapi di pasar hewan dan Rumah Potong Hewan (RPH).

"Nanti juga dilakukan, operasi penyekatan kendaraan angkut hewan dari wilayah satu ke yang lain, memastikan ketersediaan stok pangan hewan ternak serta melakukan pengendalian harga dipasaran," urainya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.