Minggu, 14 Jun 2026 10:25 WIB

Peternak Kambing di Mojokerto Ingin Pasar Hewan Dibuka, Ini Jawaban Pemkab

Puluhan peternak kambing saat berkumpul di RPH dan ingin menyampaikan aspirasinya. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Puluhan peternak kambing saat berkumpul di RPH dan ingin menyampaikan aspirasinya. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Puluhan peternak atau pedagang kambing berkumpul di rumah potong hewan (RPH) sebelah utara pasar hewan Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Mereka datang sambil membawa kambing untuk menyampaikan aspirasi ke Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Forkopimda terkait penutupan pasar hewan akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Tulungagung Mulai Mengalani Kenaikan, Ini Kisarannya

Perwakilan peternak kambing, Sumadi Sahroni mengatakan, keinginan mereka agar pasar hewan yang ada di Kabupaten Mojokerto tetap buka.

"Keinginan teman-teman ini, pasar hewan walaupun ada masalah dampak penyakit PMK ke hewan sapi, kalau bisa pasar kambing jangan ditutup," kata Sahroni, Rabu (11/5/2022).

Ia menambahkan, pasar hewan ditutup akan berdampak terhadap peternak dan beberapa permintaan daging yang akan melakukan hajatan.

"Ya melebar ke kebutuhan, disamping ke pesanan-pesanan orang hajatan, daging naik melambung juga dan tidak ada pasokan. Tidak ada transaksi, ini hanya berkumpul untuk menyampaikan aspirasi," ungkapnya.

Baca Juga: Rumah di Sugio Lamongan Terbakar, 1 Kambing Ikut Terpanggang

Menurut Sahroni, untuk saat ini tidak ada keluhan dari peternak kambing yang terkena wabah penyakit mulut dan kuku.

"Alhamdulillah kambing belum ada (terjangkit PMK)," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Mojokerto, Nurul Istiqomah menjelaskan, dirinya memahami aksi yang dilakukan oleh peternak kambing.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"PMK ini bisa menjangkit jenis hewan berkuku belah seperti kerbau, sapi, kambing, kuda, babi. Ya mudah-mudahan saja yang terserang hanya sapi, kami tidak menginginkan kambing terserang. Kita ini pemerintah mengantisipasi karena ini virus bisa menyerang kapan saja ke hewan dan tidak menyerang manusia," paparnya.

"Kami memahami teman-teman peternak kambing, karena dua bulan lagi Idul Adha. Kalau virusnya mereda segera kami Pemkab Mojokerto akan membuka pasar hewan," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.