Selasa, 16 Jun 2026 08:08 WIB

Cerita Peternak di Lamongan saat 35 Ekor Sapi Miliknya Terserang PMK

Haji Supar, salah satu peternak sapi di Lamongan yang merasakan dampak wabah PMK (Foto: Eko for jatimnow.com)
Haji Supar, salah satu peternak sapi di Lamongan yang merasakan dampak wabah PMK (Foto: Eko for jatimnow.com)

Lamongan - Salah satu peternak sapi di Lamongan, Haji Supar membagikan cerita awal mula puluhan sapi peliharaanya terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Terhitung hanya berselang dua pekan setelah membeli seekor sapi, puluhan sapi peliharaannya terjangkit. Kini sebagian besar sapi peliharaan Haji Supar warga Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan itu harus menjalani isolasi agar tidak menjangkiti sapi lainnya.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Menurut Supar, mulanya sapinya itu mengalami gejala tak wajar dan setelah diperiksa terkonfirmasi wabah PMK.

"Awalnya itu sekitar dua minggu yang lalu, usai saya membeli sapi di pasar hewan," ungkap Haji Supar kepada wartawan, Minggu (8/5/2022) lalu.

Haji Supar menyebut, dari seekor sapi yang terjangkit PMK, lalu menular ke tiga ekor sapinya yang lain. Dan kini total ada 35 dan 53 ekor sapi miliknya yang terkonfirmasi PMK. Ia pun mengaku tak menyadari jika gejala yang dialami sapi miliknya adalah salah satu dari penanda terjangkit PMK.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Gejala awalnya seperti pincang, terus seperti keluar lendir berlebihan dari mulut disertai busa, terdapat pula luka-luka menyerupai sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak makan, luka pada kaki dan disusul kuku mengelupas," terang Haji Supar.

Dari puluhan sapi yang terjangkit PMK, Haji Supar berharap agar penanganan sudah yang dilakukan Pemkab Lamongan bisa membantu proses penyembuhan. Proses karantina dan pemberian suntik obat bisa beraksi kepada puluhan sapi peliharaanya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Semoga saja setelah penyuntikan ini sapi-sapi menjadi sehat kembali," harapnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.