Rabu, 17 Jun 2026 13:23 WIB

Khofifah Sebut Penambahan Libur Lebaran Tidak Relevan Diterapkan di Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah).(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah).(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan tidak ada penambahan masa libur Idul Fitri. Bahkan ia menyebut kebijakan itu sangat tidak relevan diterapkan di Jatim karena tidak ada urgensi untuk melakukan penambahan masa libur.

"Jawa Timur tidak ada tambahan hari libur pendidikan. Jadi semua sekolah tetap masuk pada hari ini," ucap Khofifah usai menggelar apel pagi di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (9/5/2022).

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

Menurutnya, Jatim memiliki rotasi arus balik Lebaran yang terbilang stabil. Meskipun belum 100 persen para pemudik kembali dari kampung halaman, namun sekitar 40 persen kendaraan sudah mulai kembali ke kota untuk melakukan aktivitas secara normal.

"Jadi kalau ada provinsi lain memang menambah (libbur), mungkin ada arus balik ya. Tapi kalau di Jawa Timur ini kan tidak, jadi suasananya berbeda. Maka tidak ada urgensi untuk menambah libur itu. Kami tetap hari ini sekolah masuk," katanya.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Apalagi Jatim telah terdampak dua isu penyakit serius seperti Penyakit Mukut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak, ditambah Hepatitis misterius saat Lebaran. Hal itu membuat unsur pemerintahan harus kerja keras melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

"Kami sudah menyiapkan posko untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kami sudah melakukan banyak hal. Nanti malam Insya Allah kami akan rakor dengan Pak Mentan (Menteri Pertanian). Terkonfirmasi Pak Mentan rawuh. Itu artinya hal-hal yang kami lakukan terkonfirmasi dan terkoordinasikan vertikal-horizontal. Bupati/wali kota yang terkait dengan PMK akan kami undang, meskipun kami juga sudah melakukan Rakor pada Jumat yang lalu," jelas Khofifah.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Di lokasi, tampak apel pagi pertama setelah libur Lebaran berlangsung secara normal. Para ASN yang mengikuti kompak mengenakan seragam dinas. Usai apel pagi, Gubernur Khofifah bersama Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak, Ketua PKK Jatim Arumi Elistianto Dardak dan Plt Sekdaprov Wahid Wahyudi bersama ASN juga menyempatkan melakukan Halal Bihalal bersama.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.