Rabu, 17 Jun 2026 08:09 WIB

Hendak Terbangkan Balon Udara Raksasa, Warga Jombang Dibubarkan Polisi

Balon udara yang diamankan polisi di Polsek Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)
Balon udara yang diamankan polisi di Polsek Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Tradisi kupatan dirayakan setelah 7 hari perayaan Idul Fitri. Di Jombang, momen tersebut kerap disemarakkan dengan menerbangkan balon udara. Namun tradisi penerbangan balon udara kini dilarang aparat penegak hukum. Lantaran balon-balon udara yang diterbangkan masyarakat mengganggu arus lalu lintas penerbangan.

Seperti dilakukan anggota kepolisian di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Aparat menggagalkan upaya masyarakat dari Desa Mayangan yang hendak menerbangkan balon udara pada momen Lebaran Ketupat.

Baca Juga: Warga Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Bocah Terluka

Kapolsek Jogoroto AKP Moh Darul Huda menjelaskan, pihaknya melalui Babinkamtibmas sebelumnya sudah mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara saat Lebaran Ketupat.

Namun di lapangan masih ada saja sebagian masyarakat yang menerbangkan balon udara. Sehingga aparat dari Polsek Jogoroto melakukan penertiban.

Baca Juga: Balon Udara Berisi Petasan Jatuh dan Rusak Rumah Warga di Tulungagung

“Berdasarkan informasi dari masyarakat ada sebagian masyarakat yang akan melakukan penerbangan balon udara, sehingga kami melakukan patrol bersama anggota ke beberapa desa,” ungkap Darul, Senin (9/5/2022).

Dari hasil patroli, aparat berhasil menggagalkan upaya masyarakat yang hendak menerbangkan balon udara di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto.

Baca Juga: Polisi Amankan Belasan Balon Udara Saat Perayaan Lebaran Ketupat di Trenggalek

“Kami mendapati satu balon udara yang akan diterbangkan. Jadi kami amankan dan barang bukti dibawa ke polsek, sekaligus membubarkan masyarakat yang ada di sekitar TKP,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.