Rabu, 10 Jun 2026 08:51 WIB

Wabah PMK Sapi di Lamongan, Dinas Peternakan Lakukan Langkah Ini

Peternakan sapi di Lamongan waspadai PMK. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Peternakan sapi di Lamongan waspadai PMK. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Meski termasuk sebagai daerah yang dilaporkan terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada sapi, angka kematian hewan tersebut di Kabupaten Lamongan terbilang rendah.

Kepala Dinas Peternakan Lamongan, M. Wahyudi menyebut, PMK diduga terdeteksi di 4 kecamatan yakni Kecamatan Tikung, Sarirejo, Mantup dan Turi.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

"Total sapi yang terjangkit PMK yakni sebanyak 137 ekor dari 240 populasi milik 28 peternak. Ditambah empat ekor sapi mati dan sisanya masih dalam proses isolasi atau penyembuhan," ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (8/5/2022).

Wahyudi menegaskan, tingkat kematian sapi di Lamongan tergolong rendah meski penularannya yang cepat membuat panik para peternak.

"Ini baru dugaan saja. Karena memang baru di empat kecamatan itu yang ada PMK, tingkat kematiannya sangat kecil kalau segera ditangani. Tapi, tingkat penularannya juga cepat," tegasnya.

Baca Juga: Kasus PMK di Kediri Naik Lagi: 1 Ekor Mati, 5 Dipotong Paksa

PMK sendiri merupakan penyakit yang disebabkan virus Picotina Virideae. Penyakit ini tidak hanya menyerang sapi, tapi semua jenis hewan berkuku satu atau belah dua.

"Adapun gejalanya, berawal dari mulut mengeluarkan lendir. Suhu tubuh panas hingga 39 derajat, kemudian gangguan pernapasan lalu berlanjut menimbulkan sariawan, hingga ternak enggan makan. Selain itu dibarengi kaki pincang, yang diawali luka-luka. Jika sudah kronis, kuku ternak akan lepas. Selain sapi, bisa menyerang kambing, kuda, kerbau dan babi. Pastinya, hewan berkuku satu atau belah," jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Merebaknya Wabah PMK, Disnakeswan Tulungagung Pantau Pasar Hewan

Karena dikhawatirkan meluas, Dinas Peternakan Lamongan mengambil langkah dengan melakukan tracing back dan tracing forward untuk mengetahui asal muasalnya. Khususnya terhadap sapi muda, karena rentan tertulari.

"Karena daya tahan tubuh sapi muda masih lemah. Mudah-mudahan hanya dalam seminggu, jika diobati rutin bisa sembuh. Diinject antiobiotik dan vitamin," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.