Jumat, 12 Jun 2026 19:26 WIB

Dinas Kesehatan Sebut Belum Ada Kasus Hepatitis Akut di Jatim

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 06 Mei 2022 14:46 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Erwin Astha Triyono dalam konferensi pers virtual soal hepatitis akut (Foto: Tangkapan layar Zoom)
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Erwin Astha Triyono dalam konferensi pers virtual soal hepatitis akut (Foto: Tangkapan layar Zoom)

Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyebut belum ada kasus hepatitis akut yang ada di wilayahnya.

Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono mengaku kesulitan menyatukan pemahaman kepada masyarakat.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

"Banyak informasi yang beredar membuat kita kesulitan untuk menyatukan satu pemahaman yang tujuannya sama. Makanya kita minta bantuan, untuk membantu kami mengklarifikasi 114 kasus suspek hepatitis akut yang sudah terlanjur menyebar," jelas dr Erwin saat konperensi pers virtual, Jumat (6/5/2022).

Menurut dr Erwin, 114 kasus itu dicurigai sindrom jaundice (kuning) akut, yang ternyata setelah diverifikasi tidak terkait dengan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

"Kami harapkan masyarakat menindaklanjuti, memang di Jatim belum ada kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya," jelas dia.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan secara resmi Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (penyebabnya) pada tanggal 15 April 2022. Jumlah laporan dari berbagai negara terus bertambah.

Per 21 April 2022, tercatat 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara yaitu Inggris 114 orang, Spanyol 13 orang, Israel 12 orang, Amerika Serikat 9 orang, Denmark 6 orang, Irlandia < 5 orang, Belanda 4 orang, Italia 4 orang, Norwegia 2 orang, Perancis 2 orang, Romania 1 orang dan Belgia 1 orang dengan kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

17 anak atau sekitar 10% di antaranya memerlukan transplantasi hati dan 1 kasus dilaporkan meninggal.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap KLB Hepatitis Akut dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

Kewaspadaan itu meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Sedangkan berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Jawa Timur, minggu I sampai minggu 17 Tahun 2022 (per 4 Mei 2022), telah ditemukan 114 kasus dicurigai sindrom jaundice akut di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur. Di mana minggu ke-14 hingga minggu ke-17 cenderung mengalami kenaikan.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Sebagai catatan, dari data SKDR tersebut adalah kasus yang dilaporkan dengan usia secara umum. Yakni tidak spesifik anak-anak atau kurang dari/sama dengan 16 tahun.

"Hingga saat ini masih belum ditemukan pasien positif hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya di Jawa Timur," tegas dr Erwin.

Menyikapi hal tersebut, Dinkes Jatim mengimbau masyarakat khususnya anak-anak dan orangtua untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Serta menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.