Senin, 15 Jun 2026 23:02 WIB

H-1 Lebaran, Mahasiswa di Lamongan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Jenazah korban gantung diri saat dievakusi petugas. (Foto : Humas Polres Lamongan for Jatimnow.com)
Jenazah korban gantung diri saat dievakusi petugas. (Foto : Humas Polres Lamongan for Jatimnow.com)

Lamongan - Jelang sehari Lebaran, pria lajang di Lamongan malah ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung. Korban berusia 20 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa. Dia nekat mengakhiri hidup dengan sarungnya yang diikatkan di pohon mangga.

Korban diketahui bernama Najih, warga Desa Windu, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan. Jenazahnya ditemukan Senin (1/5/2022) dini hari. Belum diketahui pasti motif dibalik aksi nekat sang mahasiswa. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat berpamitan meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli sahur.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Sebelum diketahui bunuh diri pada Minggu (1/5/2022) sekira pukul 03.00 WIB, korban meminta uang kepada ibunya guna membeli nasi goreng untuk makan sahur. Oleh ibunya di berikan uang Rp30 ribu," kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro kepada wartawan, Minggu (1/5/2022).

Setelah menerima uang dari ibunya, korban keluar dengan menggunakan sepeda motor bernopol S 3544 FH. Namun hingga pagi belum juga kembali. Sang ibu tidak merasa curiga dan bermaksud ke salah satu pondok di Lamongan karena korban diketahui sering pergi ke sana.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Sekira pukul 07.00 Wib, saksi Mat Ngali saat berada di kebun mencari buah jeruk dan melihat kondisi korban tergantung di pohon mangga. Akhirnya berupaya memberitahukan warga kampung dan perangkat desa Kemudian dilanjutkan ke polsek," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, pihak Polsek Karangbinangun, Koramil, perangkat desa, dan pihak medis berupaya mengambil langkah-langkah penanganan. Sesuai hasil pemeriksaan luar, bidan desa menyebut korban telah dinyatakan meninggal dan tidak di ketemukannya tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Pihak orang tua dan keluarga menerima atas kejadian itu dan tidak mempermasalahkan di kemudian hari dengan melampirkan surat pernyataan menolat untuk dilakukan Visum Luar maupun dalam," tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.