Senin, 22 Jun 2026 07:56 WIB

Sudah Direncanakan, Ini Motif Pembunuhan Warga Sidoarjo di Ngembal Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 30 Apr 2022 21:30 WIB
Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan di Desa Ngembal, Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan di Desa Ngembal, Pasuruan. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Satreskrim Polres Pasuruan beberkan kronologi lengkap aksi pembunuhan yang menggegerkan warga Desa Ngembal dan Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jumat (29/4/2022) malam kemarin.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo menerangkan, pelaku Teguh Bangkit Sanjaya (23) yang merupakan warga Desa Kali Pecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, selama ini kenal akrab dengan korban.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Korban Sudiono (54) merupakan sopir taksi online, warga Desa Gempolrawan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga:

Dari saling kenal itu, pelaku pun merencanakan pembunuhan untuk merampas mobil Daihatsu Xenia Nopol W 1765 QW milik korban, dengan modus order offline.

"Korban dan pelaku sudah saling mengenal. Kemudian timbul niat pelaku untuk merencanakan membunuh korban dan merampas mobilnya," jelas Adhi Putranto Utomo, Sabtu (30/4/2022).

Untuk melancarkan modus kejahatannya, pelaku menelepon dan berpura-pura memesan jasa korban pada Kamis (28/4/2022) pukul 22.30 WIB. Tepat pukul 23.30 WIB, korban datang menjemput pelaku dan malam itu juga pelaku meminta korban mengantarkannya ke Wisata Bakti Alam di Desa Ngembal dan tiba di lokasi pukul 01.00 WIB.

Tak berselang lama, pelaku kemudian minta diantar ke tempat air terjun Pengomben di Desa Sugro Kecamatan Tutur dan beristirahat di sana. Hingga selepas azan magrib, Teguh kemudian meminta diantarkan lagi ke wisata Bakti Alam dengan alasan menunggu temanya yang bernama M Dahlan alias Eko.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Korban yang tidak menaruh curiga, dengan santai menuruti keinginan pelaku. Di saat sampai di lokasi pukul 21.00 WIB, Teguh langsung melakukan aksinya dengan cara menikam leher dan dada korban dengan sebilah pisau hingga meninggal dunia.

"Selama perjalanan, pelaku telah mempersiapkan pisau di saku celananya untuk menikam korban," terangnya.

Usai mebunuh, Teguh pun memasukkan korban ke dalam mobil dengan tujuan untuk membuangnya. Namun karena kebingungan, Teguh memberhentikan mobil di pinggir Jalan Sumberpitu, untuk bersandiwara jadi korban begal.

Di satu sisi, polisi yang datang langsung melakukan penyelidikan. Temuan bercak darah di TKP pembunuhan di Desa Ngembal, membuat polisi menaruh curiga.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Setelah dilakukan pendalaman perkara, Sabtu (30/4/2022), polisi pun mendapat bukti untuk membongkar sandiwara yang dikarang Teguh, yang berpura-pura terluka menjadi korban begal bersama Sudiono yang dibunuhnya.

"Setelah kita sandingkan bukti-bukti, pelaku yang kita interogasi mengakui jika ia yang membunuh korban," tegasnya.

Di hadapan polisi, Teguh mengaku terpaksa membunuh Sudiono lantaran butuh uang untuk melunasi hutang yang melilitnya.

"Pelaku nekat merencanakan tindakan tersebut karena terlilit hutang," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.