Sabtu, 20 Jun 2026 13:06 WIB

Polres Madiun Tetapkan 4 Tersangka Kasus Meledaknya Serbuk Petasan

Siaran pers penetapan tersangka kasus meledaknya serbuk petasan di Polres Madiun.(Foto: Polres Madiun)
Siaran pers penetapan tersangka kasus meledaknya serbuk petasan di Polres Madiun.(Foto: Polres Madiun)

Madiun - Kasus meledaknya serbuk petasan di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, menyebabkan 1 rumah rusak dan 1 orang luka parah. Pemeriksaannya pun berlanjut di Polres Madiun. Kini, polisi sudah menetapkan 4 tersangka. Mereka adalah Dyan Akbar (24) , Marlindo Ricky Setiawan (20), Amzat Tri Ardiansyah (21) dan Vikri Rafli Arianto (21).

"Untuk tiga orang itu, mereka yang akan menggunakan mercon. Sedangkan Vikrinya adalah penjual bubuk mercon," ujar Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo, Jumat (29/4/2022).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Kasus terjadi saat bubuk mercon seberat 2 kilogram yang dibeli meledak, Rabu (27/4/2022). Ledakan menyebabkan rumah Amzat Tri Ardiansyah hancur. Selain itu, Amzat juga harus dirawat di RS karena terluka.

"Pihak kami melakukan serangkaian penyelidikan. Bahwa selain Amzat, pupuk mercon itu juga dimiliki oleh 2 orang lainnya yang juga tetangganya," katanya.

Pemeriksaan kemudian mengarah kepada para tersangka. Mereka mengaku membeli bubuk mercon ke Vikri, warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

"Mereka membelinya sekitar Rp540 ribu. Jadi satu kilogramnya Rp270 ribu," tambah lulusan AKPOL 2003 ini.

Hari itu juga, polisi menangkap penjual bubuk mercon atas nama Vikri di rumahnya. Tidak ada perlawanan yang berarti.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Dari keterangan tiga tersangka awal, diketahui bahwa bubuk mercon rencananya digunakan untuk malam Lebaran. Sementara penyebab meledaknya bubuk mercon masih dalam penyelidikan.

"Penyebab pastinya masih kami selidiki, kenapa bisa meledak. Karena kalau pengakuannya tidak dinyalakan," beber Anton.

Sementara itu, Vikri mengaku membeli bubuk mercon sudah jadi dan tidak meracik sendiri. Modalnya Rp400 ribu.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

"Lalu saya jual Rp270 per kilogram. Saya belinya online di Kediri, " pungkasnya.

Sebelumnya, serbuk petasan meledak di Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (27/4/2022). Dilaporkan satu orang mengalami luka serius.

Baca Juga: BLARRR! Serbuk Petasan Meledak di Madiun, Rumah Porak-poranda, 1 Luka Berat

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.