Kamis, 11 Jun 2026 08:34 WIB

Wartawan Surabaya Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis di Jember

Aksi teaterikal wartawan di Surabaya.
Aksi teaterikal wartawan di Surabaya.

jatimnow.com - Puluhan wartawan Surabaya menggelar aksi solidaritas insiden kekerasan yang menimpa seorang wartawan online, Oryza A. Wirawan, saat meliput pertandingan Persid Jember vs Dharaka Sindo di Stadion Jember Sport Garden.

Dalam aksi yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Kamis (5/7/2018) siang itu, puluhan wartawan baik media elektronik, televisi, radio maupun cetak menyuarakan tolak kekerasan terhadap wartawan.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Selain berorasi, melakukan teaterikal, mereka juga membentangkan beberapa poster bertuliskan kecaman. Seperti 'Ojo ngawur, bal-balan yo bal-balan. Wes gak usum main kasar cak, usut tuntas', ''Tangkap Pelaku Penganiayaan', 'Tolak kekerasan Jurnalis, "Kami bekerja mencari berita bukan untuk dianiaya'.

"Kami mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa wartawan di Jember. Karena itu, kami menggelar aksi solidaritas ini sebagai bentuk keprihatinan kami," kata koordinator aksi Rahardi Soekarno.

Dalam orasinya, Rahardi mengatakan jika tugas seorang wartawan itu dilindungi Undang-Undang Pers. Sehingga jika ada pihak-pihak yang sewenang-wenang melakukan kekerasan dan seperti dialami Oryza kemarin adalah aksi premanisme.

"Kami mendorong para penegak hukum, maupun pemerintahan untuk melihat dan mengusut tuntas kejadian ini," teriak wartawan yang akrab dipanggil Antok ini.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Ia menjelaskan dalam video yang beredar dan yang juga berhasil diabadikan wartawan lain, Oryza mendapatkan perlakuan tidak semestinya. Bahkan, terdapat beberapa oknum aparat yang turut menendanga Oryza saat ia sudah tidak berdaya.

"Dalam video itu terlihat oknum-oknum aparat yang ikut terlibat kekerasan, saya minta Pangdam V Brawijaya juga ikut turun tangan dalam kasus ini," tandasnya

Diketahui kasus pengeroyokan terhadap wartawan Oryza ini terjadi saat Oryza mengambil foto sejumlah pemain Sindo Dharaka yang memprotes keputusan wasit memberikan kesempatan tendangan penalti pada Persid Jember di menit-menit terakhir pertandingan. Sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Ketika pertandingan berakhir, beberapa pemain dari Sindo Dharaka mengejar dan memukul wasit, Oryza mengambil foto dari HP nya. Namun tiba-tiba dari samping ada petugas keamanan berpakaian doreng merampas handphone Oryza. Setelah ID card wartawan ditunjukkan, HP pun dikembalikan.

Namun sesaat setelah itu, tiba-tiba beberapa pemain Sindo Dharaka mendekat dan mengeroyok Oryza. Suasana menjadi sangat ricuh.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.