Kamis, 18 Jun 2026 00:47 WIB

Pemkab Malang Anggarkan Rp15 Miliar untuk Kesiapsiagaan Bencana 2022

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto saat Apel Hari Kesiap-siagaan Bencana 2022 di Pendopo Kabupaten Malang.  (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto saat Apel Hari Kesiap-siagaan Bencana 2022 di Pendopo Kabupaten Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022, Selasa (26/04/2022), Pemkab Malang memastikan telah menyiapkan anggaran Rp15 miliar untuk dana siaga bencana.

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengungkapkannya saat Apel Hari Kesiap-siagaan Bencana 2022 di Pendopo Kabupaten Malang.

Baca Juga: RSUD dr Iskak Tulungagung Gelar Simulasi Penanganan Bencana dan Kegawatdaruratan

"Insya Allah (dana kesiapsiagaan bencana) tetap, tapi ini kan didukung oleh BTT (Belanja Tidak Terduga) yang masih di angka Rp15 miliar," ujarnya.

Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, lanjut Didik, sebenarnya sudah memiliki dana sendiri. Alokasi BTT disiapkan bila ada kekurangan dalam pelaksanaan.

"Tahun ini (Rp15 miliar) belum terpakai, karena ini baru perencanaan. Kalau bisa jangan sampai terpakai, karena anggaran itu bisa dipergunakan untuk yang lain yang lebih prioritas," tuturnya.

Lebih lanjut, Kader PDIP ini mengatakan, melalui momentum Hari Kesiap-siagaan Bencana sekaligus untuk mengingatkan masyarakat agar memiliki kepekaan.

Baca Juga: Alumnus ITS Jadi Profesor di Inggris, Gunakan Digital Twins Selamatkan Nyawa

"Problem utama Kabupaten Malang sebagai irisan magnet bumi yang salah satunya di sebelah selatan kota ada Samudera Indonesia dan beberapa gunung berapi. Sehingga ini berpotensi pada kebencanaan mulai dari gunung meletus, gempa bumi, tsunami, banjir rob, tanah longsor," bebernya.

"Ini menjadi sesuatu yang penting di mana setiap individu harus diedukasi bahwa itu (bisa) terjadi di mana saja secara khusus di Kabupaten Malang," sambungnya.

Oleh karena itu, ia mendorong peran ibu-ibu yang harus diperkuat, karena menurutnya kaum hawa memiliki ruang yang luar biasa dalam memberikan upaya-upaya preventif dalam kebencanaan.

Baca Juga: Potensi Bencana Alam Trenggalek, Pemerintah Pasang EWS dan CCTV

"Misalnya dengan kelompok-kelompok PKK atau seluruh gerakan wanita bisa saling memberikan edukasi agar tercipta kesiapan perangkat penanganannya," jelasnya.

"Kalau terjadi sesuatu ibu-ibu ini akan menggerakkan satu sama lain mulai dari konsumsi sampai obat-obatan mereka lebih telaten," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.