Senin, 15 Jun 2026 21:25 WIB

Potensi Bencana Alam Trenggalek, Pemerintah Pasang EWS dan CCTV

  • Penulis :
  • | Rabu, 10 Des 2025 09:59 WIB
Foto: Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-BPBD Trenggalek memasang sejumlah Early Warning System (EWS) disejumlah wilayah rawan longsor dan banjir. Hal ini sebagai langkah mitigasi potensi bencana alam di musim hujan penghujung tahun 2025.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Trenggalek berpotensi mengalami cuaca hujan intensitas sedang hingga tinggi pada Desember 2025.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek semua berpotensi terjadi banjir, pohon tumbang, gelombang tinggi hingga tanah longsor," ujar Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi, Rabu (10/12/2025).

Sebagai langkah mitigasi bencana alam, BPBD Trenggalek telah berkolaborasi dengan lintas sektor. Seperti perampingan pohon yang membahayakan pengguna jalan, serta memasang EWS di lima titik untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor.

"EWS kami pasang di wilayah yang berpotensi terjadi tanah longsor. Selain itu kami bersama Kominfo juga memasang CCTV dilengkapi sirine untuk memantau peningkatan air sungai," terangnya.

BPBD Trenggalek juga telah membantuk kecamatan tangguh bencana. Tujuannya, agar setiap kecamatan dapat kolaborasi untuk melakukan mitigasi dan penanggulangan bencana alam.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Bahkan beberapa desa juga dibentuk Destana atau Desa Tangguh Bencana," tuturnya.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelanggaraan Program Kurikulum Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), diharapkan setiap siswa dan guru memahami upaya mitigasi bencana alam.

"Setiap satu minggu sekali, kami turun ke sekolah untuk melaksanakan mitigasi bencana, untuk melatih siswa dan guru untuk kesiapsiagaan apabila terjadi bencana," paparnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Disisi lain, Kabupaten Trenggalek sudah memiliki tim reaksi cepat penanggulangan bencana dan forum pengurangan resiko bencana. Total ada 107 tim reaksi cepat penggulangan bencana di Trenggalek.

"Setiap desa sudah memiliki peta rawan bencana. Jadi jika terjadi bencana mereka bisa melakukan mitigasi dan pengurangan resiko bencana alam," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.