Jumat, 12 Jun 2026 02:31 WIB

Pemkab Malang Belum Yakin Bakal Dapat Jatah Program KOTAKU 2022

Sidak wilayah kumuh di Kabupaten Malang oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy beberapa waktu lalu.(Foto: Rizal Adhi Pratama)
Sidak wilayah kumuh di Kabupaten Malang oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy beberapa waktu lalu.(Foto: Rizal Adhi Pratama)

Malang - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang belum bisa memastikan apakah tahun ini bakal kembali mendapatkan jatah program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sekalipun Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy sudah menyarankan agar Pemkab Malang memanfaatkan program ini. Hal itu disampaikan saat meninjau kawasan kumuh di Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang pada 19 Maret 2022.

"Informasi apakah 2022 akan mendapatkan bantuan lagi, masih belum ada kabar lebih lanjut," terang Kepala Bidang Permukiman DPKPCK Kabupaten Malang Indah Fajarwati, Senin (25/04/2022).

Baca Juga: DPKP Gandeng DKPU ITS Matangkan Upaya Pengelolaan Kawasan Kumuh di Kota Kediri

Indah menjelaskan, sebenarnya Kabupaten Malang sudah mendapatkan bantuan program KOTAKU sejak 2017. Namun pada 2021 sempat terkendala pandemi Covid-19. Program ini sebenarnya lebih mengarah kepada pemberdayaan masyarakat yang tinggal di kawasan-kawasan kumuh.

"Kalau pada 2021, kami memberikan berupa upah untuk program padat karya kepada masyarakat yang berdomisili di kawasan-kawasan kumuh tersebut," bebernya.

Baca Juga: Disparbud Malang Target 4,3 Juta Kunjungan Wisatawan dengan Travel Pattern

Sementara wilayah-wilayah kumuh yang akan mendapatkan prioritas program KOTAKU harus memenuhi 7 aspek. Yakni bangunan, air minum, air limbah, drainase, jalan, pengelolaan sampah, dan kebakaran.

"Saat ini yang memenuhi syarat-syarat tersebut ada di 2 kecamatan. Lalu program KOTAKU hanya memfasilitasi wilayah-wilayah yang yang masuk kategori perkotaan. Jadi kedua kecamatan tersebut adalah Sumberpucung dan Pakis. Di Sumberpucung ada 4 desa, dan 8 desa di Pakis," sambungnya.

Baca Juga: PDI Perjuangan Jatim Tanam 2.500 Bibit Kopi dan Buah-buahan di Donomulyo Malang

Untuk Kecamatan Sumberpucung ada Desa Sumberpucung, Desa Ngebruk, Desa Jatiguwi, dan Desa Trenyang. Dari 4 desa itu, total ada 22 lingkungan RT yang diprioritaskan. Sementara di Kecamatan Pakis ada Desa Saptorenggo, Desa Kedungrejo, Desa Bunutwetan, Desa Asrikaton, Desa Pucangsongo, Desa Sumberpasir, Desa Sumberkradenan, dan Desa Pakisjajar. Total ada 36 RT yang akan menjadi prioritas.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.