Kamis, 18 Jun 2026 10:11 WIB

Pemkab Banyuwangi Mulai Salurkan Insentif Guru Ngaji Senilai Rp9,4 Miliar

  • Penulis :
  • | Sabtu, 23 Apr 2022 14:09 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah perwakilan guru ngaji di Pendopo Sabha Swagata, Sabtu(23/4/2022).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah perwakilan guru ngaji di Pendopo Sabha Swagata, Sabtu(23/4/2022).(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menyalurkan insentif bagi guru ngaji. Tahun ini totalnya Rp9,4 miliar. Angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 8,7 miliar. Secara simbolis, insentif diserahkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah perwakilan guru ngaji di Pendopo Sabha Swagata, Sabtu(23/4/2022).

Ipuk mengatakan, para guru ngaji sudah bekerja keras dan ikhlas dalam pembangunan di bidang pendidikan keagamaan. Termasuk di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

“Dedikasi guru ngaji sangat luar biasa dalam mendidik dan membimbing anak-anak. Bukan hanya tentang cara mengaji, tapi juga soal karakter. Di usia-usia inilah penanaman karakter pada anak sangat tepat dilakukan. Tentu berapa pun besar insentif yang diberikan tidak akan sebanding dengan jasa bapak ibu guru ngaji. Kami mohon maaf. Semoga ke depan ada kenaikan kemampuan fiskal daerah sehingga bisa meningkatkan nilai insentif,” ujar Ipuk.

Ipuk juga meminta tolong kepada guru ngaji untuk menanamkan dua hal kepada anak didiknya, selain tentu saja terkait metode mengaji. Pertama, mengajak anak didiknya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Juga mengingatkan protokol kesehatan kepada warga sekitar. Kedua, menanamkan pemahaman agama yang ramah dan menebar manfaat.

“Karakter moderat, toleran, menghargai perbedaan, bisa disampaikan di sela-sela pembelajaran mengaji. Kami minta tolong ini agar ke depan Banyuwangi semakin dipenuhi generasi muda yang punya pemahaman inklusif,” ujarnya.

Ipuk juga menyampaikan program Banyuwangi Rebound yang telah diluncurkan Pemkab Banyuwangi pada Januari 2022. Banyuwangi Rebound menjadi gerakan menyeluruh yang mengajak seluruh stakeholders membawa Banyuwangi untuk rebound (melakukan lompatan) di masa pandemi dengan tiga pilar. Yaitu, tangani pandemi Covid-19, pulihkan ekonomi, dan merajut harmoni.

Baca Juga: Guru Ngaji Kini Bisa Daftar BPJS Ketenagakerjaan Lewat Ekosistem TPQ

“Salah satu upaya kami untuk merajut harmoni adalah dengan memperkuat solidaritas, memperkuat kerukunan antar umat beragama dan menjaga kebhinnekaan,” imbuh Ipuk.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat H.M Lukman menjelaskan bahwa kali ini merupakan pencairan tahap pertama. Penerima insentif mengalami peningkatan dari 12.373 guru ngaji pada tahun lalui menjadi 13.489 guru ngaji pada 2022. Jumlah ini gabungan data penerima insentif tahun 2021 dan data usulan 2021 yang telah divalidasi desa/kelurahan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kecamatan.

“Penerimaannya kita lakukan secara nontunai. Mereka langsung ke Bank Jatim terdekat. Cukup tunjukkan KTP dan nomor virtual account yang telah diterima. Masa aktif nomor Virtual Account untuk tahap I sampai dengan tanggal 31 Agustus 2022,” kata Lukman.

Baca Juga: Tak Hanya Guru Ngaji, Ketua Kelompok Pengajian di Jember Akan Dapat Insentif

Salah satu penerima insentif, Masfufah mengaku senang dan terharu atas perhatian yang diberikan pemkab. Masfufah telah hampir 11 tahun menjadi pengajar ngaji.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Saya terharu. Ini akan sangat bermanfaat bagi saya sebagai tunjangan hari raya,” tandas Masfufah yang sehari-hari mengajar ngaji di Musala Al Mashuliyah.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.