Sabtu, 20 Jun 2026 07:51 WIB

Hari Kartini, Tenaga Medis RSUD Ponorogo Kenakan Kebaya Layani Pasien

Tenaga kesehatan RSUD dr Harjono sedang memeriksa pasiennya. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Tenaga kesehatan RSUD dr Harjono sedang memeriksa pasiennya. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Karyawan dan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo melakukan cara unik melayani pasien pada peringatan Hari Kartini, Kamis (21/4/2022). Mereka yang perempuan menggunakan kebaya dan laki-laki menggunakan pakaian warok.

Humas RSUD dr Harjono, Joko Handoko menjelaskan bahwa di Hari Kartini memang mewajibkan menggunakan kebaya dan pakaian warok. Hal itu tidak mengurangi pelayanan terhadap pasien.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kami menggunakan pakaian yang digunakan. Kita nguri-nguri. Meneruskan perjuangan para pahlawan. Semua pakai kebaya. Kecuali teknisi kecuali ruang operasi, " katanya

Salah satu terlihat di poli jantung pembuluh darah. Dokter spesialis jantung, dr Ana Budiarti terlihat menggunakan kebaya berwarna pink.

dr Ana Budiarti. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)dr Ana Budiarti. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia dengan luwes tetap melayani para pasien yang sudah antre. Sesekali dr Ana bercanda agar suasana tidak tegang. Tetapi terkadang juga terlihat seirus. Ana menerangkan penyakit apa yang diderita si pasien.

"Sedikit ribet sebenarnya pakai kebaya. Tetapi mungkin hanya karena kebiasaan. Tapi udah biasa. Awal-awal aja tadi agak ribet," ujar dr Ana, Kamis siang.

Baca Juga: IGRA dan Faber-Castell Ajak Pelajar Kediri Lomba Mewarnai dengan Sentuhan Teknologi

Ana menjelaskan, dengan peringatan Kartini dia ingin menjadi wanita hebat.

"Tidak perlu karir yang cemerlang. Saya dokter tetapi di rumah saya ibu rumah tangga. Guru bagi anak-anak. Itu sesungguhnya semangat Kartini," pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.