Rabu, 17 Jun 2026 00:21 WIB

Jeritan Hati Manusia Silver di Lamongan, Rela Iritasi Kulit demi Hidupi Keluarga

Yanto warga Purwodadi yang mengais rezeki di Lamongan sebagai manusia silver. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Yanto warga Purwodadi yang mengais rezeki di Lamongan sebagai manusia silver. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Mengais rezeki dari uluran tangan pengguna jalan di simpang tiga Kecamatan Deket, Lamongan terpaksa dilakukan Yanto (55) untuk sekadar menyambung hidup.

Kesulitan ekonomi mengharuskan pria asal Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini harus mencari pekerjaan sampingan dengan menjadi manusia silver selama kurang lebih 3 bulan terakhir.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Di balik wajah silver yang tersenyum pada pengguna jalan, ada jeritan hati yang tertahan. Di perantauan, ia bertahan meski tak punya tempat tinggal.

"Aslinya Purwodadi, dulu petani. Sudah 3 bulan ini jadi manusia silver di Lamongan, nggak ada tempat tinggal berpindah-pindah terus," ungkap Yanto, Kamis (20/4/2022).

Selama kurang lebih 3 bulan menjalani rutinitas seorang manusia silver, Yanto mengaku merasakan sakit, perih dan gatal akibat radang kulit yang muncul karena terlalu lama tertempel cat.

"Susah mas, dijalani saja. Ini cat asli kadang sampai perih panas, radang iritasi sampai merah dan gatal," ucapnya sambil sesekali melempar senyum ke pengguna jalan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Yanto mangaku pasrah, menjadi seorang manusia silver adalah pilihan terakhir yang bisa ia kerjakan selain menunggu masa panen tiba di tengah sulitnya mencari pekerjaan yang layak.

"Nggak punya tempat tinggal di sini merantau saja tidur seadanya. Kalau pulang ya tetep ke Purwodadi. Itu pun kalau sudah punya uang," ujarnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Yanto sempat menyebut mempunyai 1 istri dan 2 anak, meski pada akhirnya enggan menceritakan lebih dalam perihal keluarganya.

Yanto dengan segala apa yang diceritakannya adalah potret kehidupan manusia yang penuh pelajaran. Kadang kalanya kita perlu melihat orang-orang seperti Yanto agar bisa menikmati rasa bersyukur itu sendiri.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.