Rabu, 17 Jun 2026 07:34 WIB

Usai 2 Truk Terseret Lahar Dingin Semeru, Warga Tetap Menambang Pasir

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka, saat meninjau Sungai Regoyo pascabanjir lahar dingin. (Foto: Humas Polres Lumajang)
Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka, saat meninjau Sungai Regoyo pascabanjir lahar dingin. (Foto: Humas Polres Lumajang)

Malang - Meski sudah ada 2 truk yang hanyut terkena lahar dingin Gunung Semeru, namun warga masih tetap saja menambang pasir di Sungai Regoyo, Dusun Glendang Petung, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Hal ini terlihat ketika Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka, mendatangi lokasi banjir lahar dingin. Terlihat masih ada truk-truk dan beberapa warga yang menambang pasir.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Dalam kesempatan tersebut, Putu mengingatkan warga yang menambang agar lebih berhati-hati mengingat saat ini masih memasuki musim penghujan. Ditambah Gunung Semeru masih dalam level siaga atau level 3.

"Peristiwa kematian hendaknya dijadikan acuan bagi masyarakat khususnya penambang agar. Jadi saat ada informasi banjir lahar maka segera berhenti melakukan aktivitas penambangan dan menarik semua peralatan pembangunan ke atas sungai," tegasnya, saat mengunjungi Sungai Regoyo, Rabu (20/4/2022).

Sementara itu, warga sekitar yang juga menjadi saksi mata banjir lahar dingin Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Abdul Rouf mengatakan memang Sungai Regoyo menjadi tempat tambang pasir sejak dulu.

"Karena ada beberapa aliran lahar Semeru di sana. Misalnya ada yang ke Tempursari, Sungai, Regoyo, ada juga yang ke Curahkobokan. Jadi setiap hari ada penambang, karena memang kebutuhan hidup untuk makan," ujarnya.

Baca Juga: Nekat Angkut Pasir, 2 Truk Terseret Lahar Dingin Gunung Semeru di Lumajang

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Ia juga menjelaskan, banjir lahar dingin tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Sehingga memang sangat membahayakan para penambang pasir yang tengah bekerja.

"Kalau banjir lahar dingin tidak menentu, tergantung cuaca di Curahkobokan di lereng Semeru," jelas pria yang juga seorang YouTuber dengan nama channel Sultan Lele

Lebih lanjut, Rouf menceritakan kemarin banjir lahar dingin terjadi sekitar pukul 12.00 siang, saat itu intensitas banjir masih kecil. Baru setelah jam 13.00 WIB, terjadi banjir susulan yang intensitasnya lebih besar.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

"Saat jam 12 siang itu belum ada hujan, baru jam setengah satu itu ada hujan dan terjadi banjir susulan. Waktu itu hujan sangat deras sampai ada petirnya," tandasnya.

Banjir lahar dingin yang membawa material pasir dan pohon sendiri baru selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ini ia mengatakan belum ada banjir lagi di Sungai Regoyo.

"Kalau sekarang alhamdulillah sudah tidak banjir lagi, hanya hujan yang sedikit deras," jelasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.