Rabu, 24 Jun 2026 01:53 WIB

Sofa Keren Buatan Ponorogo Ini Berbahan Botol Air Mineral

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 19 Apr 2022 15:28 WIB
Wakil Bupati Lisdyarita menunjukkan sofa cantik karya Ima Sofyaningsih berbahan botol air mineral bekas. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Wakil Bupati Lisdyarita menunjukkan sofa cantik karya Ima Sofyaningsih berbahan botol air mineral bekas. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Biasanya botol air mineral dibuang begitu saja atau dimasukkan ke bank sampah untuk didaur ulang. Namun botol air mineral di tangan Ima Sofyaningsih (42) berubah menjadi sofa keren yang bernilai jual tinggi.

Ima adalah warga Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman. Di depan rumahnya tampak puluhan botol bekas air mineral yang sudah dibersihkan. Botol-botol plastik itu berjejer rapi.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Dengan cekatan, Ima terlihat menyatukan puluhan botol dengan menggunakan isolasi besar. Setelah selesai diisolasi, kemudian diberi triplek pada bagian atas dan bawah. Lalu diberi busa pada bagian luar.

Terakhir ditutup dengan sarung alas kursi dengan menggunakan stapler. Bagian atas meja juga dilapisi dengan kaca sehingga aman untuk tempat meletakkan barang.

"Saya mengerjakan ini untuk mengisi waktu luang dengan memanfaatkan botol yang semula banyak di sekitar rumah," ujar Ima membuka percakapan, Selasa (19/4/2022).

Dia mengaku lama pembuatan satu set sofa, yang terdiri 4 kursi dan 1 meja, itu biasanya dua hari. Untuk satu kursi butuh 39 botol ukuran 600 milliliter dan satu meja membutuhkan 39 botol ukuran 1,5 liter.

Pembuatan sofa ini yang memakan waktu agak lama adalah menyiapkan bahan yang bersih. Untuk satu set kursi, lanjut Ima, dibanderol dari harga Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Sekarang agak kesulitan mendapatkan botol air mineral yang bersih," kata Ima.

Selama satu bulan terakhir, Ima sudah membuat 5 set sofa. Saat ini sudah laku 4 set dijual di Pacitan.

"Sofa buatan saya ini tahan 5 tahun, berat beban maksimal 80 kilogram," tambahnya.

Ibu tiga orang anak ini mengaku saat ini terus mempromosikan hasil karyanya melalui Facebook dan WhatsApp.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Hasil karya Ima ini mendapat aspirasi dari Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita yang pernah mencoba menduduki sofa dari barang bekas tersebut.

Pihaknya pun bakal membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produk hasil mereka. Salah satunya, di Ponorogo ada kripik ontong atau jantung pisang, di Selur ada minuman janggelan dan di Sumoroto ada sofa bekas botol air mineral.

"Jadi kita bantu untuk produk ini juga bisa dipasarkan di Ponorogo, biar orang Ponorogo paham ada produk di sini apa saja, juga ke luar Ponorogo," pungkas Lisdyarita.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.