Rabu, 17 Jun 2026 20:06 WIB

Ramadan Now

Ngabuburit, Warga Lamongan Beradu Kreativitas Lewat Layang-layang

Persiapan penerbangan layang-layang naga di Lamongan.(Foto : Adyad Ammy I./jatimnow.com)
Persiapan penerbangan layang-layang naga di Lamongan.(Foto : Adyad Ammy I./jatimnow.com)

Lamongan - Ngabuburit sambil menerbangkan layangan menjadi rutinitas warga Lamongan saat sore menjelang. Puluhan layang-layang terbang indah pun bisa disaksikan di tanah lapang di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Tidak hanya warga setempat yang menerbangkan layang-layang. Warga dari kecamatan lain juga berkumpul memamerkan kreasi mereka.

Beragam ukuran layang-layang naga meliuk-liuk diterpa angin seakan menari. Inilah keseruan bagi yang menerbangkannya dan juga bagi warga yang hanya sekedar melihat lenggok layang-layang yang diterpa angin tersebut.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Kami datang ke sini karena ingin menerbangkan layang-layang naga sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka," kata Arul, salah satu pencinta layang-layang naga yang berasal dari Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Senin (19/4/2022) sore.

Dijelaskan Aril, rata-rata ukuran layang-layang yang diterbangkan memiliki panjang 30-60 meter. Jenis yang paling jadi primadona yakni layangan naga.

"Bahan untuk layang-layang naga seperti ini adalah kain parasit dan fiber. Kami membuat sendiri layang-layang ini. Tapi kalau ada yang ingin membeli ya kami lepas," akunya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Arul dan teman-temannya yang tergabung dalam Bonorowo Club selalu berpindah-pindah tempat untuk menerbangkan layang-layang naganya. Layang-layang raksasa mereka juga tidak melulu berbentuk naga. Sebab ada model lain yang juga berukuran besar, seperti model pesawat terbang dan model-model lainnya.

"Kami biasanya satu bulan sekali ngumpul sambil menerbangkan layang-layang seperti saat ini. Selalu berpindah-pindah tempat sambil memilih tempat yang berpotensi memiliki angin yang kencang agar layang-layang bisa terbang," imbuhnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Salah satu warga, Sasmito yang sedang menonton layangan bersama anaknya mengaku senang. Ia memiliki tontonan dan hiburan gratis saat ngabuburit.

"Saya ke sini kebetulan mengantarkan anak yang ingin melihat layang-layang, sekalian ngabuburit," kata Sasmito yang mengajak anaknya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.