Jumat, 19 Jun 2026 09:00 WIB

UU TPKS Disahkah, PDIP Surabaya Siap Sosialisasikan Pada Kader dan Kaum Milenial

PDIP Surabaya siap sosialisasikan UU TPKS pada kader dan kaum milenial (Foto-foto: PDIP Surabaya)
PDIP Surabaya siap sosialisasikan UU TPKS pada kader dan kaum milenial (Foto-foto: PDIP Surabaya)

Surabaya - Kalangan politisi perempuan dari PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya bergembira menyambut pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani.

Pengesahan UU TPKS pada Selasa (12/4/2022) lalu itu telah lama dinantikan kaum perempuan Indonesia, karena menjadi angin segar untuk mencegah dan melindungi perempuan dari aksi kekerasan seksual.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Alhamdulillah, kami di daerah sangat bersyukur dengan pengesahan UU TPKS. Kami di daerah kan sangat sering mengadvokasi kasus kekerasan seksual, juga sering berkomunikasi dengan para aktivis perempuan," ujar Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Khusnul Khotimah, Minggu (17/4/2022).

"Ini menjadi angin segar. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Mbak Puan Maharani yang mengawal UU TPKS sampai tuntas," lanjutnya.

Khusnul mengatakan, kiprah Puan menunjukkan bahwa cucu Bung Karno tersebut memiliki posisi yang jelas dalam membela kepentingan kaum perempuan, yang selama ini kerap mendapat stereotip negatif dalam beragam kasus kekerasan seksual.

"Publik melihat Mbak Puan sampai menitikkan air mata. Ini perjuangan panjang untuk mengawal UU TPKS. Mbak Puan memiliki sensitivitas dan pembelaan yang jelas kepada kaum perempuan," jelas anggota DPRD Kota Surabaya itu.

Sementara Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari menambahkan, kehadiran UU TPKS akan memberikan jaminan perlindungan hukum kepada korban-korban kekerasan seksual.

"Kita bersyukur kini ada payung hukum yang kuat dalam melindungi korban kekerasan seksual secara lebih adil," papar anggota DPRD Jatim tersebut.

PDIP Surabaya siap sosialisasikan UU TPKS pada kader dan kaum milenialPDIP Surabaya siap sosialisasikan UU TPKS pada kader dan kaum milenial

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sebagai wakil rakyat yang juga aktivis perempuan, Agatha berterima kasih kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang telah bekerja total dan tuntas dalam menggolkan UU TPKS.

"Sejak awal posisi Mbak Puan sebagai pembina Fraksi PDI Perjuangan di DPR sangat jelas, yaitu menginstruksikan seluruh komponen partai untuk mengerahkan semua sumberdaya dalam mengegolkan UU TPKS. Itu menjadi bukti keberpihakan Mbak Puan kepada kepentingan kaum perempuan," terang Agatha.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Dyah Katarina menambahkan, UU TPKS menjamin hak korban kekerasan seksual secara terintegrasi.

"Misalnya dari sisi pendampingan, restitusi, rehabilitasi, sampai pemulihan, semuanya diatur. Komitmen Mbak Puan dalam mengawal UU ini menjadi catatan bersejarah bagi kehadiran negara dalam memperkuat perlindungan terhadap korban kekerasan seksual," tutur Dyah yang juga anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Surabaya itu.

Lalu Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Hj. Siti Mariyam mengemukakan, dengan aturan hukum yang tegas melalui UU TPKS, diharapkan bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku kekerasan seksual.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Terima kasih kepada Mbak Puan yang dengan sepenuh hati bekerja nyata mengawal UU TPKS yang telah ditunggu kaum perempuan Indonesia ini," jelasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menyebut, pihaknya akan mensosialisasikan tentang berbagai substansi UU TPKS kepada kader-kadernya, laki-laki dan perempuan serta kaum milenial.

"Sehingga semua menjadi melek, punya pengetahuan dan kesadaran, terhadap aturan hukum terbaru, serta bisa melakukan advokasi jika ditemui kasus-kasus di masyarakat. Kaum terpelajar milenial juga harus paham tentang hal itu," tandas Adi, yang juga Ketua DPRD Surabaya tersebut.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.