Sabtu, 20 Jun 2026 23:39 WIB

Kontribusi UMKM Meningkat 57,81 Persen, Ekonomi di Jatim Melesat Naik

Gubernur Khofifah melihat salah satu produk UMKM. ((Foto: Dok. Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Gubernur Khofifah melihat salah satu produk UMKM. ((Foto: Dok. Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Kontribusi sektor koperasi dan UMKM terhadap ekonomi Jatim mengalami peningkatan.

Berdasarkan hasil perhitungan Dinas Koperasi dan UKM yang telah mendapatkan rekomendasi dari BPS Provinsi Jawa Timur, kontribusi Koperasi dan UMKM terhadap PDRB atau perekonomian Jawa Timur pada tahun 2021 mencapai 57,81 persen atau setara dengan Rp1.418,94 trilliun.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Peningkatan kontribusi K-UMKM Jawa Timur ini mengalami peningkatan sebesar 0,56 persen dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 57,25 persen atau setara Rp1.361,39 Trilliun.

Meningkatnya kontribusi sektor Koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur ini menunjukkan keberhasilan Jatim dalam mewujudkan inklusivitas ekonomi dengan menggerakkan berbagai tools dan kebijakan demi menggairahkan ekonomi khususnya di tingkatan mikro dan kecil di tengah pandemi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Koperasi dan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Jawa Timur. Dan selama pandemi, Pemprov Jatim memang berupaya sangat keras dalam mengungkit pemulihan ekonomi khususnya bagi pelaku UMKM dan koperasi.

"Meningkatnya kontribusi Koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur menunjukkan inklusivitas ekonomi Jawa Timur yang didukung oleh 22.484 unit Koperasi aktif dan 9,78 juta UMKM, baik di sektor pertanian maupun non pertanian serta berbagai dukungan lainnya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ucap Gubernur Khofifah, Sabtu (16/4/2022).

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan ada 3 lapangan usaha yang berperan besar dalam peningkatan nilai tambah Koperasi dan UMKM. Pertama yaitu industri pengolahan sebesar 29 persen dengan nilai Rp416,11 triliun.

Kedua, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor sebesar 23 persen dengan nilai Rp329,65 triliun. Serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 17 persen dengan nilai Rp237,52 triliun.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

"Kinerja ini tidak terlepas dari kuatnya sinergi dan kolaborasi pentahelix yaitu pemerintah, masyarakat, pengusaha, akademisi, dan media. Serta adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dengan pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Timur serta seluruh pemangku kepentingan," tambah Khofifah.

Mulai Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Perbankan, Swasta, Perguruan Tinggi, Komunitas masyarakat dan media untuk mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya Koperasi serta UMKM di Jawa Timur.

Dari aspek kewilayahan, terdapat lima Kabupaten/Kota dengan nilai tambah Koperasi dan UMKM yang terbesar di Jawa Timur yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Malang.

"Ada juga data survei terbaru terkait perhitungan nilai tambah ini. Bahwa ternyata pelaku Koperasi dan UMKM yang menggunakan internet dalam kegiatan usahanya semakin meningkat. Peningkatannya signifikan, dibandingkan sensus ekonomi lanjutan tahun 2016, penggunaan internet baru mencapai 11 persen, namun saat ini telah mencapai 44 persen," tegas Khofifah.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Untuk itu, Gubernur perempuan pertama Jatim ini menambahkan, di tahun 2022 ini, ia mengajak seluruh pihak untuk saling bahu membahu dalam upaya membangkitkan kembali ekonomi yang lesu pascapandemi Covid-19 yang cukup panjang.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pemerintah akan selalu hadir dalam memberikan fasilitasi bagi para pelaku Koperasi dan UMKM di Jawa Timur bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya.

"Saya yakin, dengan bangkitnya Koperasi dan UMKM, akan dapat meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Jawa Timur serta secara tidak langsung juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur," pungkas Khofifah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.