Kamis, 18 Jun 2026 01:19 WIB

Deteksi Penyakit Menular Seksual, 500 WBP Lapas Surabaya Jalani Pemeriksaan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 13 Apr 2022 18:02 WIB
Pengecekan PMS pada 500 WBP di Lapas Surabaya. (Foto: Humas Kanwil Kemenkumham Jatim/jatimnow.com)
Pengecekan PMS pada 500 WBP di Lapas Surabaya. (Foto: Humas Kanwil Kemenkumham Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Lapas Surabaya Kanwil Kemenkumham Jatim melakukan pemeriksaan Penyakit Menular Seksual (PMS) pada 500 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pemeriksaan sengaja dilakukan di lokasi yang padat penghuni untuk mengantisipasi penularan yang cepat.

Kegiatan yang digelar di Blok B lapas yang terletak di Porong ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto menyebut, Dinkes Sidoarjo mengerahkan tenaga dan alat medis dari empat puskesmas sekaligus.

"Setelah skrining, dilanjutkan pemeriksaan laboratorium untuk penyakit HIV, Hepatitis dan Sifilis," kata Wisnu, Rabu (13/4/2022).

Selain mudah menular, ketiga penyakit itu memang sering diidap para WBP sejak sebelum masuk ke lapas. Sehingga, sebagai upaya deteksi dini, pihaknya menggelar pemeriksaan tersebut.

"Mayoritas memang datang ke lapas tanpa gejala, tapi setelah dites, ternyata hasilnya positif," jelasnya.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Untuk mencegah penularan dan sakit yang semakin parah, pihaknya gencar melakukan pemeriksaan rutin. Jika nantinya ditemukan yang positif, maka akan ada intervensi lanjutan dari dokter.

"Kami pilih secara acak, namun kami prioritaskan yang belum pernah dites dan diperiksa," papar Wisnu.

Pemeriksaan penyakit menular seksual di Lapas Surabaya.Pemeriksaan penyakit menular seksual di Lapas Surabaya.

Baca Juga: Gudang Milik Dinkes Tulungagung Terbakar, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Kasi Perawatan Kalapas Surabaya, Jalu Yuswa Panjang menyatakan bahwa kegiatan ini rencananya akan berlangsung dua hari. Terdapat lima tahapan yang akan dilakukan. Mulai pendaftaran, skrining awal, konseling, uji laboratorium, hingga yang terakhir adalah proses konseling hasil uji laboratorium.

"Harapan dan tujuan utamanya untuk mengetahui penyakit-penyakit tersebut sedini mungkin dan apabila sudah diketemukan akan segera dilakukan tindak lanjutan berupa pengobatan maupun yang lainnya. Nanti kalau hasilnya sudah selesai kami sampaikan," kata Jalu.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.