Senin, 15 Jun 2026 04:24 WIB

Giliran Mahasiswa di Lamongan Geruduk Gedung DPRD, Ini Tuntuntan Mereka

Ratusan mahasiswa Lamongan saat menerobos masuk gedung DPRD Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ratusan mahasiswa Lamongan saat menerobos masuk gedung DPRD Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Ratusan mahasiswa dari tiga organisasi Blok Cipayung yaitu GMNI, PMII, HMI menggeruduk Gedung DPRD Lamongan, Rabu (13/4/2022). Aksi ini merupakan rangkain gerakan 11 April.

Dalam tuntunannya, mereka menolak masa jabatan presiden 3 periode, wacana amandemen UUD 1945 dan penundaan Pemilu 2024.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Itu adalah tindakan inkonstitusional. Kita harus menjaga kedaulatan konstitusi kita dan harus dijalankan oleh seluruh pihak tanpa terkecuali," kata salah satu korlap aksi, Amir Mahfut dalam orasinya.

Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang telah terjadi untuk jenis pertamax. Kemudian menolak kenaikan harga minyak goreng serta kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kenaikan BBBM akan memberikan dampak yang akan menyengsarakan rakyat, karena secara otomatis akan membuat harga bahan pokok juga ikut naik, sehingga akan sulit untuk dijangkau oleh masyarakat," jelas dia.

Massa akhirnya ditemui oleh anggota DPRD Lamongan dari Fraksi PKB, Mahfud Shodiq dan Retno Wardani dari Fraksi Demokrat.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Kami menampung apa yang menjadi aspirasi teman-teman mahasiswa. Penundaan pemilu, kenaikan BBM, PPN dan minyak goreng, kami beserta pimpinan DPRD Lamongan menyetujui, hanya saja kami minta untuk dibahas dengan baik," terang Mahfud.

Selain kelompok Cipayung, aksi susulan juga digalang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IIM) dengan titik kumpul di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan puncak aksi di Pemkab Lamongan. Meski berbeda barisan dan jam aksi, tuntutan yang disampaikan relatif sama.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.