Kamis, 18 Jun 2026 09:40 WIB

Bukan Tawuran Sungguhan, Puluhan Pemuda Perang Sarung di Sedati demi Konten

Tangkapan layar video perang sarung di Sedati.
Tangkapan layar video perang sarung di Sedati.

Sidoarjo - Perang sarung yang dilakukan dua kelompok pemuda sempat viral di media sosial. Diketahui aksi perang sarung tersebut berlokasi di jalan raya Desa Pulungan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Menanggapi aksi viral di media sosial itu, Kanit Reskrim Polsek Sedati Ipda Bambang Santosa saat dihubungi menerangkan bahwa perang sarung tersebut terjadi di wilayah Sedati tepatnya di depan Perumahan Candra Mas.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Ia menuturkan kejadian perang sarung yang melibatkan dua kubu antara kubu Timur dan Barat tersebut terjadi pada Senin (11/4) dini hari waktu setempat dan sempat menutup akses jalan raya sehingga membuat warga resah.

"Peristiwa perang sarung dilakukan oleh dua kelompok, yaitu kelompok Timur (Desa Cemandi, Desa Buncitan, dan Desa Kalanganyar) dengan kelompok Barat (Desa Kwangsan, Desa Pepe, Desa Ketajen, Desa Wedi, Desa Tumapel, Desa Pabean, Desa Sedati Gede, Desa Pulungan, Desa Buncitan)," papar Ipda Bambang.

Lebih lanjut, Ipda Bambang menjelaskan bahwa dalam aksi perang sarung itu melibatkan sekitar 50 orang yang mayoritas adalah anak-anak yang masih pelajar.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

“Ajakan untuk melakukan perang sarung tersebut adalah dengan ketemuan langsung di salah satu warkop di Sedati dan juga melalui WA dan ditelepon oleh orang yang tidak dikenal. Yang selanjutnya kedua kelompok bertemu di depan Alfamart Pulungan (depan Perum Candra Mas)," terang Ipda Bambang.

"Dan terjadi perang sarung dengan menggunakan alat berupa sarung yang sebelumnya digulung dan diikat ujungnya (bentuk kepalan pada ujungnya). Dimana diketahui kalau antara kedua kelompok tidak ada permasalahan sebelumnya, dan setelah kejadian tersebut juga tidak ada saling dendam dan tidak ada yang merasa menjadi korban," terangnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Tidak hanya itu, Ipda Bambang juga menambahkan kedua kelompok itu menganggap perang sarung adalah sesuatu yang seru, sehingga banyak orang yang akhirnya ikut-ikutan.

"Perang sarung tersebut ada yang merekam dan mengambil foto, yang kemungkinan akan dijadikan konten. di medsos (Tiktok dll) yang saat ini banyak digunakan masyarakat," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.