Rabu, 17 Jun 2026 19:48 WIB

Ramadan Now

Jelang Lebaran, Produsen Lampion Karakter di Jombang Banjir Pesanan

Pembuatan lampion karakter di Jombang yang biasanya digunakan saat malam takbir Hari Raya Idul Fitri (Fot: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pembuatan lampion karakter di Jombang yang biasanya digunakan saat malam takbir Hari Raya Idul Fitri (Fot: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 hijriah, produsen lampion karakter di Dusun Plosokendal, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, kebanjiran pesanan.

Lampion berkarakter buatan pasangan suami istri (pasutri) Aamannullah (43) dan Sunarni (42) itu dipesan sejumlah orang dari luar Jombang. Keduanya bahkan kewalahan dalam meladeni pesanan.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Untuk lebaran tahun ini, kita mulai produksi lampion berkarakter, karena sudah dua tahun lamanya tidak produksi akibat Covid-19. Semoga lebaran tahun ini bisa diramaikan dengan lampion karakter," ungkap Aman saat ditemui di rumahnya, Rabu (13/4/2022).

Aman mengaku, jenis lampion karakter yang diminati para konsumen masih tetap sama, seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu lampion karakter jenis bintang dan bola.

"Hari ini ada pesanan bintang sama lampion dari benang yang berbentuk bola," ungkapnya.

Dua jenis lampion karakter ini dibandrol dengan harga yang berbeda. Namun, kedua harga lampion itu masih relatif terjangkau untuk anak-anak, maupun kalangan remaja.

"Untuk jenis bintang harganya 10 ribu (rupiah). Sedangkan untuk yang jenis benang berbentuk bola ini harganya 20 ribu rupiah," tegasnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Aman mengaku, hingga kini sudah ada ratusan pesanan yang ia buat. Dan setiap harinya, Aman bersama istrinya mampu membuat sekitar 20 hingga 30 lampion karakter di rumahnya.

"Kesulitannya di tenaga kerja. Karena permintaan banyak, tenaganya yang kurang," bebernya.

Aman mencatat sudah menerima pesanan hingga 500 unit lampion karakter. Baik untuk yang jenis bintang maupun benang berbentuk bola. Kini omzet dari kerajinan ini sekitar Rp 10 juta tiap bulan.

Sementara salah satu pembeli, Iin Kurniati (32) mengaku harus antre untuk memesan lampion karakter di tempat Aman.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

"Ini pesan lampion jenis bola dan bintang, 100 unit mas," ungkap wanita asal Dusun Gempolpait, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang itu.

Menurut Iin, lampion berkarakter pesanannya ini nantinya akan dijual kembali. Untuk meramaikan bulan ramadan dan lebaran.

"Ini peminatnya anak-anak TPQ dan sisanya nanti dibuat jualan keliling, ke area Megaluh dan Jombang," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.