Kamis, 18 Jun 2026 11:48 WIB

Jambret Perampas Perhiasan Anak-anak di Kota Pasuruan Dibekuk, Ini Tampangnya

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 12 Apr 2022 15:31 WIB
Jambret yang biasa merampas perhiasan emas anak-anak di Kota Pasuruan dibekuk (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Jambret yang biasa merampas perhiasan emas anak-anak di Kota Pasuruan dibekuk (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Seorang jambret penyasar perhiasan emas bocah perempuan yang sedang bermain di perkampungan Kecamatan Rejoso dan Gondangwetan, dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Jambret itu bernama Baikhuni (25), warga Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Pelaku diburu Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti dan timnya, lantaran sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Pelaku ini adalah DPO kami. Dia adalah spesialis pencurian dengan kekerasan yang merampas perhiasan emas milik bocah perempuan," jelas Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Raden M Jauhari, Selasa (12/4/2022).

Raden menerangkan, tertangkapnya tersangka ini berdasar bukti rekaman CCTV yang didapat timnya, serta keterangan korban. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka Baikhuni akhirnya dibekuk sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (1/4/2022).

"Tersangka kita bekuk di pinggir jalan depan makam umum Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso," ungkapnya.

Baca Juga: Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Di hadapan penyidik, tersangka mengaku sudah 5 kali melakukan penjambretan perhiasan emas. Sementara di Kecamatan Gondangwetan sebanyak 6 kali.

"Tersangka kita proses dengan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman 9 tahun penjara," tandasnya.

Baca Juga: Beli Cash Rp 1,3 M, Mobil Mewah Warga Surabaya Malah Mau Dirampas DC

Sementara tersangka Baikhuni mengaku telah menjual sebagian besar perhiasan emas hasil rampasannya.

"Saya jual di orang-orang jual beli emas di sekitaran Alun-alun Bangil. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari," aku Baikhuni.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.