Rabu, 17 Jun 2026 20:50 WIB

Hadiah dari Dosen, Ular Sanca Seberat 70 Kg di Lamongan Curi Perhatian Warga

Ular sanca kembang milik Hafik yang dipamerkan kepada warga luar desa yang penasaran. (Foto: Hafik for jatimnow.com)
Ular sanca kembang milik Hafik yang dipamerkan kepada warga luar desa yang penasaran. (Foto: Hafik for jatimnow.com)

Lamongan - Ular sanca kembang milik Hafik warga Kecamatan Mantup Lamongan yang berbobot 70 Kg menarik perhatian warga setempat untuk melihatnya.

Hafik mengaku saat akhir pekan tiba, banyak anak-anak yang menonton ular sanca ini. Apalagi, katanya, saat masuk jam makan banyak warga yang rela menunggu untuk ular sepanjang 5 meter itu menghabiskan porsi kepala ayam.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Biasanya setiap akhir pekan banyak anak-anak yang datang ke rumah untuk melihat ular. Nggendong sebentar saja sudah keringatan karena berat, makanya jarang sekali saya bawa keluar untuk jalan-jalan," ungkap Hafik, Selasa (12/4/2022).

Hafik kemudian bercerita, semuanya bermula ketika anaknya di Surabaya berkuliah di fakultas kedokteran hewan. Kala itu sang anak mendapat hadiah dari dosennya seekor ular yang ketika dihadiahkan itu hanya seukuran jari telunjuk dengan panjang sekitar 1 meter.

Karena pemberian seorang dosen itulah, Hafik pun merawat ular tersebut bersama anaknya hingga bisa berukuran besar seperti sekarang ini.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Ular hadiah ini sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu, ketika itu ya masih kecil," kata Hafik bercerita.

Hafik pun setiap hari merawat dan memberi makan ular jenis sanca kembang ini dengan memberinya sangkar dari besi. Dalam seminggu, Hafik menghabiskan 1 kilogram kepala ayam untuk memberi makan ular ini.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Ia juga mengaku sengaja memberi makan ular peliharaannya itu kepala ayam dan bukan daging ayam atau ayam hidup untuk menekan sifat liar dari ular.

"Dalam satu minggu habiskan kepala ayam sebanyak 1 Kg untuk makan si ular ini. Sengaja saya beri makan itu karena untuk menekan sifat liar ular karena kalau diberi ayam hidup itu kan mangsanya gerak-gerak sehingga bisa membangkitkan sifat liarnya," terang Hafik.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.