Jumat, 12 Jun 2026 04:05 WIB

Anggotanya Terlibat Kericuhan dengan Mahasiswa, Kapolres Bangkalan Minta Maaf

Demo mahasiswa menolak perpanjangan jabatan presiden di DPRD Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Demo mahasiswa menolak perpanjangan jabatan presiden di DPRD Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

Bangkalan - Kapolres Bangkalan meminta maaf pascademo yang berlangsung ricuh di Gedung DPRD Bangkalan. Permintaan maaf itu, menyusul terlukanya lima mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa menolak perpanjangan masa jabatan presiden.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino memastikan akan bertanggung jawab dan meminta massa melaporkan aparat jika memang terbukti melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

"Kami meminta maaf kepada para mahasiswa atas kejadian ini. Karena memang situasinya yang tidak kondusif. Kami akan bertanggungjawab soal ini," ujar Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino, Senin (11/4/2022).

Baca juga:

Data yang dihimpun di lokasi, lima mahasiswa yang terluka di antaranya Hamim dari Fakultas Teknik, Bayu, Bernard dan Abi dari Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Sementara satu mahasiswa lain, Saiful dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ibrohimy (STITAL) Bangkalan.

Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan

Korlap aksi, Abdurahman Wahed mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mendata mahasiswa yang terluka.

"Data sementara kami sudah lima orang yang diketahui terluka. Tapi kami masih menelusurinya. Mereka dipukul dengan alat oleh polisi," ucapnya.

Meski belum mengetahui pasti kondisi terkini mahasiswa yang terluka, ia menyebut jika beberapa mahasiswa dilarikan ke RSUD Syamrabu, Bangkalan untuk dirawat. Sementara beberapa ada yang memilih pulang ke rumah.

Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan

Walaupun membubarkan diri, lanjut Wahed, pilihan itu ditempuh karena mahasiswa menghargai waktu jelang berbuka puasa. Kendati begitu, ia mengaku kecewa atas tindakan polisi dan wakil rakyat yang diduga menjadi pemicu, karena tak beritikad menemui massa.

"Tuntutan kami tetap, yakni menolak jabatan presiden 3 periode. Menolak penundaan pemilu, dan pemerintah harus menurunkan harga sembako dan harga BBM yang tidak pro rakyat," tegas Wahed.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.