Minggu, 14 Jun 2026 09:38 WIB

Suarakan Aspirasi, Puluhan Kiai Geruduk Gedung DPRD Sampang

Sejumlah kiai mendatangi Kantor DPRD menyampaikan aspirasi penolakan wacana presiden 3 periode.(Foto: Demonstran for JatimNow)
Sejumlah kiai mendatangi Kantor DPRD menyampaikan aspirasi penolakan wacana presiden 3 periode.(Foto: Demonstran for JatimNow)

Sampang - Unjuk rasa penolakan wacana jabatan presiden 3 periode tak hanya dilakukan mahasiswa. Tapi juga dilakukan puluhan kiai di Kabupaten Sampang. Para kiai yang tergabung dalam Umat Islam Bersatu Madura menggelar aksi di depan Kantor DPRD Sampang, Senin (11/04/2022).

Setidaknya ada 12 aspirasi yang disampaikan para kiai. Di antaranya, menolak wacana perpanjangan jabatan presiden karena bertentangan dengan UU 1945, lawan komunis dan antek-anteknya karena melanggar Tap MPRS nomor 25 tahun 1966, turunkan harga dan stop monopoli kerja yang membuat WNI kesulitan lapangan kerja.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Selain itu, pengunjuk rasa juga mendesak agar pemerintah tidak mengriminimalisaai ulama dan aktivis, stop tenaga kerja asing dan utamakan WNI. Lalu kembalikan madrasah pada UU Sisdiknas dan hentikan islamophobia.

Bahkan, para ulama meminta agar pemerintah menangkap dan mengadili penista agama, meminta tidak ada diskriminasi kebijakan covid-19, dan berantas mafia tanah di Indonesia. Terakhir, pengunjuk rasa meminta semua pihak mendoakan keselamatan para aktivis yang sedang melakukan aksi di Jakarta dan seluruh Indonesia.

Setelah berorasi di depan Gedung DPRD Sampang, sejumlah perwakilan kiai diminta masuk. Sejumlah kiai ditemui sejumlah anggota DPRD Sampang. Termasuk Ketua DPRD Sampang Fadol. Mereka berdiskusi beberapa menit soal aspirasi yang disampaikan para kiai.

Koordinator aksi KH. Yahya Hamiduddin mengatakan, pihaknya sengaja melakukan unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah. Intinya, mereka menolak wacana jabatan presiden diperpanjang.

Baca Juga: PKL Pepelegi Sidoarjo Tolak Penggusuran, Demonstrasi Memanas

"Dua periode saja sudah hancur, apalagi diperpanjang. Apalagi hal itu bertentangan dengan konstitusi, " ucapnya.

Yahya menegaskan, banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Banyak fenomena yang merugikan rakyat. Jadi pemerintah harus melakukan evaluasi dan merubah kebijakan.

Misalnya, harga sembako naik tanpa memperhatikan nasib rakyat. Apalagi momentumnya tidak tepat, harga naik saat menjelang dan sampai Ramadan. Sehingga perlu dilakukan evaluasi kebijakan.

Baca Juga: Ribuan Massa dari 20 Desa di Sampang Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Pilkades Diadakan

"Diakui atau tidak, pekerja asing di Indonesia sangat banyak. Ini merugikan warga negara Indonesia. Kami berharap masyarakat pribumi menjadi prioritas, " ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan akan menyampaikan aspirasi sejumlah kiai ke pemerintah pusat. Pihaknya pun akan berusaha lebih cepat.

"Kami sudah menampung aspirasi sejumlah kiai. Kami akan menyampaikan secara kelembagaan," ucapnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.