Jumat, 19 Jun 2026 04:20 WIB

Mas Dhito Canangkan Desa Kopi Organik, Targetkan Ekspor ke 10 Negara

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Minggu, 10 Apr 2022 18:15 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat memimpin rapat pengembangan komoditas kopi. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat memimpin rapat pengembangan komoditas kopi. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Program Desa Inovasi Tani Organik (Dito) yang digalakkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kini merambah ke komoditas kopi. Mas Dhito, sapaan akrab bupati, menargetkan dua tahun mendatang hasil dari progam tersebut sudah siap diekspor.

Upaya yang dilakukan Mas Dhito ini melihat karena adanya potensi kopi yang besar di wilayah lereng Gunung Wilis. Mas Dhito menargetkan lahan seluas 35 hektare menjadi pusat kopi organik pada tahun depan.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Untuk program ini Mas Dhito akan menunjuk Desa Jugo sebagai pilot project. Nantinya kopi organik ini akan dikerjakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

“Kita akan lakukan pendampingan End to End-nya. Jadi, biar bisa mencetak biji yang benar berkualitas ekspor,” ujar Mas Dhito, melalui keterangan yang diterima redaksi, Minggu (10/4/2022).

Untuk mencetak biji kopi kualitas ekspor itu, lanjut Mas Dhito, pihaknya sudah meminta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), Anang Widodo untuk membuat dan memanajemen dengan baik production house untuk kopi ini.

“Terutama saat kopi sudah masuk di Production House ini. Kalau production house-nya baik, maka akan menghasilkan kopi yang baik juga,” tandasnya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Terlebih tahun depan akan beroperasinya bandara, Kabupaten Kediri bakal jadi titik tumpu baru setelah Surabaya. Kemudian, menyambut hal tersebut, kopi ini bakal jadi salah satu primadona UMKM yang mempunyai daya jual tinggi selain nanas dan mangga podang.

Terpisah, Anang Widodo menyebut selain pengembangan kopi organik, gapoktan juga akan mendapatkan stimulan hewan ternak berupa kambing sebagai pemasok kotoran yang akan dijadikan bahan pupuk organik untuk kopi.

“Ada penguatan ternak. Gapoktan akan mendapatkan kambing yang akan berkembang biak. Dan kotorannya, akan dikembalikan menjadi pupuk untuk kopi ini,” terangnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Perihal target ekspor yang dicanangkan Mas Dhito, Anang menuturkan jika produksi lancar, di akhir tahun 2023 atau awal 2024 Kabupaten Kediri sudah bisa ekspor minimal 1 ton kopi organik.

Terakhir, Anang menyebut ada 10 negara termasuk negara timur tengah dan Malaysia yang menjadi tujuan ekspor.

(ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.