Selasa, 16 Jun 2026 15:38 WIB

Ramadan Now

Uniknya Busana Muslim Bermotif Daun Karya Warga Lamongan

Mamik Hidayati saat menunjukan karyanya yang sudah dibentuk mukena. (Foto: Adyad Ammy I./jatimnow.com)
Mamik Hidayati saat menunjukan karyanya yang sudah dibentuk mukena. (Foto: Adyad Ammy I./jatimnow.com)

Lamongan - Tak banyak orang yang bisa berkreasi dengan daun. Tapi lain halnya dengan Mamik Hidayati. Emak-emak asal Lamongan itu bisa memanfaatkan daun untuk membuat motif busana Muslim yang unik.

Mamik Hidayati merupakan perajin batik tulis yang bereksperimen memecah dominasi tren model Timur Tengah pada kebanyakan busana muslim. Mamik kini mendirikan usaha rumahan bernama Jetin Handicraft.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

"Awalnya iseng, tahu-tahu kok bagus. Sepintas pembuatannya seperti batik, cuma memanfaatkan warna asli daun dan bunga," ungkapnya sembari menjelaskan Jetin adalah singkatan lokasi rumah produksinya di Jetis Indah, Kecamatan Lamongan, Kabuopaten Lamongan, Sabtu (9/4/2022).

Mamik mengklaim busana Muslim karyanya sudah mulai menggeliat dan diminati masyarakat. Terutama dari level ekonomi menengah ke atas.

"Paling diminati ya jenis mukena. Tapi kami juga menyediakan kain lembaran. Tergantung pesanan," paparnya.

Baca Juga: Setara Puasa Setahun, Ini Panduan Amalan Syawal Versi Ketua ICMI Jatim

Kain bermotif daun harga harga per meternya Rp 500 ribu untuk jenis sutra. Sementara kain biasa dan harga dalam bentuk pakaian cukup bervariasi. Tergantung kerumitan pembuatannya.

"Kalau rumit, mahal. Tergantung pesanan juga. Untuk satu set pakaian muslim dari mulai produksi hingga pembuatan juga butuh waktu 4 hari," jelasnya.

Baca Juga: AKPI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

Alur pembuatan lembaran kain bermotif daun, diakui Mamik tidak terlalu susah. Namun membutuhkan waktu cukup lama.

"Dari daun ditempel-tempel ke kain lalu di kukus 2 jam. Daun yang kerap diaplikasikan merupakan jenis kenikir dan jarak serta daun dengan bentuk unik lainya," tukasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.