Senin, 22 Jun 2026 00:34 WIB

Warga Sidoarjo Temukan Situs Bersejarah saat Gali Sumur di Belakang Rumah

Krisno saat memperlihatkan struktur batu bata kuno yang diduga peninggalan zaman kerajaan. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Krisno saat memperlihatkan struktur batu bata kuno yang diduga peninggalan zaman kerajaan. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo – Niat hati ingin menggali sumur di belakang rumah, kakak beradik warga Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi, justru menemukan struktur situs bangunan kuno.

Krisno dan Eko, kakak beradik tersebut mengatakan, saat ditemukan, struktur situs bangunan kuno tersebut berupa batu bata yang tersusun dan berukuran lebih besar dari batu bata saat ini. Krisno dan Eko adalah pengelola warung yang terletak bersebelahan dengan Makam Mbah Sari Desa Karangtanjung.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Krisno menyebut penemuannya itu dimulai pada November tahun 2021. Saat itu, keduanya tengah menggali sumur di pekarangan warung belakang rumah. Saat menggali dengan kedalaman sekitar setengah meter, linggis mereka mengenai benda keras. Setelah diangkat ternyata sebuah batu bata merah dengan ukuran tidak biasa.

“Kami berdua kaget saat itu,” kata Krisno, Jumat (08/4/2022).

Benda bersejarah yang ditemukan Krisno dan Eko.Benda bersejarah yang ditemukan Krisno dan Eko.

Batu bata merah temuan Krisno memiliki panjang sekitar 42 sentimeter, lebar 25 sentimeter dan ketebalan sekitar 15 sentimeter. Ukuran yang jauh lebih besar dibanding batu bata zaman sekarang.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Keduanya memutuskan tidak melanjutkan penggalian. Mereka pindah ke lokasi sekitar 10 meter dari titik penemuan bata merah itu. Di titik kedua, mereka kembali menemukan struktur bangunan kuno.

“Yang kedua lebih dalam, ada 1 meter lebih. Akhirnya kami pakai sumur bor tidak jadi buat sumur biasa,” imbuhnya.

Rasa penasaran membuat Krisno dan Eko kembali melebarkan galiannya di awal tahun 2022. Hingga dua minggu lalu keduanya semakin terkejut, sebab menemukan struktur bangunan yang lebih jelas.

Baca Juga: Temuan Yoni di Desa Duwet Kediri Bertambah, Warga Dorong Pendirian Ruang Artefak

Ada tumpukan bata merah membentuk tanjakan layaknya bangunan candi atau situs-situs masa lampau. Selain bata merah, mereka juga menemukan pecahan barang kuno. Seperti kendi dan pecahan keramik.

Kini Krisno dan Eko menunggu pihak berwajib untuk menindaklanjuti temuannya. Ia berharap temuaannya ini bisa menjadi awal dari penemuan lain yang lebih besar.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.