Jumat, 19 Jun 2026 22:05 WIB

Ramadan Now

Produsen Opak Gambir di Kediri Kembali Tersenyum, Ramadan Ini Banjir Order

Salah satu pekerja tengah memproduksi opak gambir. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Salah satu pekerja tengah memproduksi opak gambir. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Produsen opak gambir di Kabupaten Kediri kembali tersenyum. Ramadan tahun ini, mereka banjir order setelah dua tahun "berpuasa" karena pandemi. Pesanan kudapan khas Lebaran ini meningkat hingga tiga kali lipat.

Jajanan tradisional yang terbuat dari campuran tepung tapioka, tepung beras, santan dan gula ini, banyak diminati oleh masyarakat. Rasanya yang gurih dan manis membuat jajanan ini menjadi salah satu primadona saat Lebaran tiba.

Baca Juga: Mandiri Gelar Safari Ramadan

Para produsen opak gambir di Desa Bulu Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri kini mengaku kewalahan dengan jumlah pesanan yang datang di Ramadan tahun ini. Mereka bahkan harus lembur untuk memenuhi pesanan.

Saat pandemi kemarin, mereka hanya bisa menerima pesanan 1 ton. Saat ini naik menjadi 3 ton lebih. Pesanan datang dari Kediri, Tulungagung dan Jombang.

"Ya alhamdulillah sejak Pak Jokowi mengumumkan boleh mudik, pesanan langsung naik drastis," kata Nur Hayati, satu dari tiga produsen aktif di Desa Bulu, Kamis (7/4/2022).

Baca Juga: Dinkes Kota Kediri Bagikan Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Saking banyaknya pesanan, Nur Hayati sampai kewalahan. Ia terpaksa menolak pesanan yang datang.

Bisnis opak gambir yang ditekuni Nur Hayati sudah bertahan selama 20 tahun terakhir. Ada dua varian opak yang ia produksi. Yakni, berbahan gula merah dan gula putih.

Baca Juga: PWI Gresik Gelar Santunan Anak Yatim di Ramadan 2026 Bersama Bupati dan Baznas

Tahun ini Nur Hayati menjual Rp37 ribu per kilogram. Naik Rp1.000 karena harga bahan baku tepung tapioka yang naik dua kali lipat.

"Kita naikkan sedikit, karena memang ada kenaikan di tepungnya. Bahan baku utama," tutup Nur Hayati.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.