Jumat, 19 Jun 2026 21:55 WIB

Reog Ponorogo Kembali Diakui Malaysia, Ini Usaha Kang Giri

Reog Ponorogo saat acara Grebeg Suro beberapa bulan lalu.(Foto: Mita Kusuma)
Reog Ponorogo saat acara Grebeg Suro beberapa bulan lalu.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Isu Reog Ponorogo diakui Malaysia kembali mencuat. Bahkan Pemerintah Malaysia mengajukan kesenian reog sebagai kebudayaan negaranya ke United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendy saat berkunjung ke Kota Reog.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko lantas angkat bicara perihal pernyataan Muhajir. Dia menegaskan, reog boleh dimainkan siapa saja. Tetapi kalau untuk pengakuan, sangat disayangkan. Sugiri pun tidak terima jika reog diklaim milik Malaysia.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Saya memang ditelepon banyak orang perihal ini (Reog diakui Malaysia). Reog ini sangat seksi, di manapun bisa berkembang, di Ponorogo, Jakarta, Surabaya, di luar pulau bahkan di luar negeri. Bahkan di Malaysia juga berkembang," kata pejabat yang akrab disapa Kang Giri itu, Kamis (7/4/2022).

Lantaran perkembangannya cukup pesat, Kang Giri khawatirkan reog diklaim bangsa lain. Dia meminta doa semua pihak agar reog segera diusulkan ke Unesco sebagai warisan tak benda.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kami masih menunggu pemerintah pusat, semua dokumen sudah kami siapkan. Secara detail, penelitian komplet dibukukan dengan dokumen, video 10 menit, dokumen naskah akademik hasil pendalaman riset yang mendalam," terangnya.

Sudah seharusnya reog dilindungi dan tidak bisa diabaikan. Sekarang "bolanya" tinggal di pemerintah pusat.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Kang Giri menjelaskan, memang banyak orang Ponorogo di Malaysia yang terbilang sukses. Ada yang menjadi rektor di universitas hingga ada yang jadi menteri. Jadi sudah pasti ada akumulasi pertukaran penduduk berikut dengan seninya, termasuk dialektika dan budayanya.

"Mereka yang ke Malaysia sudah membaur dengan warga sana. Sejak dulu sejarah panjang, Indonesia dan malaysia kan juga dekat. Kami akui iya barang kali berkembang di sana reognya. Memainkan reog sebagai obat rindu ke ponorogo. Tidak boleh reog diaku siapa pun. Kalau dikerjakan, diopeni, dibesarkan reog di Malaysia, kami sangat mendukung. Tapi tidak mengakui asli Malaysia, tetap milik Ponorogo, Republik Indonesia," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.