Minggu, 21 Jun 2026 03:51 WIB

Sidak Takjil di Hayam Wuruk Kediri, Tim Gabungan Temukan Boraks pada Ongol-ongol

Loka POM Kediri menguji sampel makanan takjil. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Loka POM Kediri menguji sampel makanan takjil. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Tim gabungan dari Pemerintah Kota Kediri bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kediri menemukan kandungan boraks pada jajanan ongol-ongol di penjual takjil dadakan di Jalan Hayam Wuruk, Kota Kediri, dalam sidak pada Rabu (6/4/2022).

Kepala Loka POM Kediri Joni Edrus Setiawan mengatakan, temuan tersebut ada pada jajan ongol-ongol, salah satu dari 20 sampel makanan yang ia uji. Kue tradisonal itu berwana abu kehitaman.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

"Dari 20 sampel yang kita ambil dan dilakukan pengujian langsung di lokasi, ada satu makanan yang positif boraks, yakni pada jajanan ongol-ongol," kata Joni.

Joni menambahkan, ongol-ongol yang positif boraks tersebut memiliki tekstur yang relatif lebih kenyal. Tidak mudah hancur dan lebih mudah untuk dipotong.

Terkait temuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adima segera melakukan pembinaan kepada penjual ongol-ongol tersebut, agar lebih berhati-hati memilih bahan baku.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

“Kami amankan bahan makanan (ongol-ongol) sekaligus memberikan edukasi dan pembinaan kepada penjual dan melakukan investigasi dari mana bahan bakunya didapat,” kata Fauzan.

Menurut Fauzan, investigasi perlu dilakukan lantaran terkadang pedagang tidak mengetahui secara pasti apakah bahan baku yang mereka gunakan tersebut aman atau tidak. Diduga penyebabnya ada pada bahan baku tepung tapioka.

"Dari hasil investigasi sementara, ternyata pedagang tersebut membeli tepung kanji (tapioka) yang tidak bermerek, karena lebih murah,” terangnya.

Baca Juga: DLHKP Kota Kediri Cek Armada Operasional, Pastikan Layanan Tetap Optimal

Lebih lanjut, Fauzan memastikan boraks adalah zat berbahaya yang jika dikonsumsi akan merugikan kesehatan manusia. Dalam jangka pendek boraks dapat mempengaruhi kesehatan usus. Sedangkan, secara jangka panjang boraks ini dapat menyerang ginjal, liver, bahkan dapat memicu timbulnya kanker.

Selanjutnya Pemerintah Kota Kediri bersama Loka POM Kediri juga akan melakukan sidak di pasar-pasar tradisional, warung-warung dan tempat makanan sejenis lainnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.