Senin, 15 Jun 2026 21:29 WIB

Beri Sedekah Pengemis di Kota Malang Bakal Dikenai Sanksi

Satpol PP Kota Malang merazia peminta-minta di jalanan. (Foto: Satpol PP Kota Malang for Jatimnow.com)
Satpol PP Kota Malang merazia peminta-minta di jalanan. (Foto: Satpol PP Kota Malang for Jatimnow.com)

Malang - Masyarakat perlu mulai hati-hati bila berkeinginan memberikan sedekah kepada pengemis maupun anak jalanan di Kota Malang. Pasalnya, saat ini Pemerintah Kota Malang tengah menggodok sanksi bagi pemberi sedekah di jalanan.

Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Perempuan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang aturan tersebut sedang digodok.

Baca Juga: TNI-Polri Geledah Blok Hunian Wanita di Rutan Probolinggo

"Dalam waktu dekat aturan tersebut kita godok. Pasalnya dalam Perda Kota Malang
nomor 9/2013 belum mengatur mengenai pemberian sanksi kepada pemberi sedekan ke anak jalanan, gelandangan, maupun pengemis belum ada," tegas Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani, Rabu (6/4/2022).

Dengan adanya sanksi tersebut pihaknya berkeinginan supaya masyarakat bisa mengubah pola pikir anak jalanan, gelandangan, dan pengemis yang menggantungkan diri dengan meminta di jalanan.

Baca Juga: Pemkot Malang Pastikan Stok BBM dan Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran

"Tujuannya agar peminta-minta tidak menjamur di wilayah Kota Malang. Pemberantasannya tidak hanya kepada peminta-minta di jalanan tapi pemberi juga agar masalah ini bisa tertangani dengan baik," imbuh dia.

Tambah dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengubah pola pikir anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Mulai dari sosialisasi, pembinaan mental, pemberian wadah untuk berkreasi, dan pemberian pelatihan kerja.

Baca Juga: Ecoton Desak Pemkot Malang Selamatkan DAS Brantas dari Sampah

"Contohnya di Kampung Topeng. Sekarang tersisa 33 kepala keluarga, yang menempati Kampung Topeng untuk mendapatkan fasilitas tempat tinggal dan berkreasi agar mereka tidak turun lagi ke jalan untuk mengemis," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.