Rabu, 17 Jun 2026 23:35 WIB

Kunjungi Ponorogo, Menko PMK Bicara Soal Angka Kemiskinan hingga Stunting

Menko PMK Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja di Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Menko PMK Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja di Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyebut angka kemiskinan Indonesia turun menjadi 9 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui lawatannya di Desa Krebet, Ponorogo, Muhadjir menyebut Bumi Reog memasuki kategori bagus terkait angka pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Lewat Sentuhan Magisnya, Evangeline Santoso Ubah Keterbatasan Jadi Kekuatan

"Ponorogo kategori bagus. Tidak masuk dalam miskin maupun ekstrem miskin," ujar Muhadjir saat berkunjung ke Rumah Disabilitas, Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Senin (4/4/2022).

Permasalahan stunting di Desa Krebet, lanjut Muhadjir, juga terurai dengan baik. Pemecahan masalah seperti perkawinan sesama warga desa, sudah berkurang.

"Kalau dulu kan nikahnya sama-sama penduduk sini. Keturunannya mewarisi tradisi negatif yakni stunting," jelas mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) ini.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

Meski menunjukkan tren positif untuk pemecahan masalah kemiskinan dan stunting, Muhadjir berharap angka itu terus turun menjadi nol.

"Ada sekitar 35 kabupaten atau kota yang menjadi target agar angka stuntingnya turun. Ponorogo tidak dalam 35 itu," pungkas Muhajir.

Dalam kunjungannya, Menko PMK juga bertemu warga penyandang disabilitas di Kecamatan Jambon dan Balong. Di sana, Muhadjir sempat berdialog dengan sejumlah warga miskin dan keluarga stunting. Ia menyebut, di dua kecamatan tersebut saat ini terdapat 800 penyandang disabilitas.

Baca Juga: YBM PLN UP3 Surabaya Selatan Salurkan Bantuan untuk Pekerja Disabilitas

Menurutnya, pelatihan produksi bisa membantu mengangkat derajat penyandang disabilitas dan warga lainnya.

"Kita harus bekerja keras, agar mereka setara dengan kita yang normal," jelasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.