Rabu, 17 Jun 2026 20:52 WIB

Komunitas Lamongan Teduh Berdayakan Difabel untuk Ciptakan Lingkungan Asri

Komunitas Lamongan Teduh saat melakukan edukasi mengenai menegemen pertanian modern hidroponik kepada penyandang disabilitas.(Foto: Adyad Ammy I/jatimnow.com)
Komunitas Lamongan Teduh saat melakukan edukasi mengenai menegemen pertanian modern hidroponik kepada penyandang disabilitas.(Foto: Adyad Ammy I/jatimnow.com)

Lamongan - Komunitas Lamongan Teduh menggelar kegiatan Green Inklusi. Mereka menggandeng penyandang disabilitas untuk jadi aktor di balik gerakan menciptakan lingkungan yang asri. Para difabel diajari cara bercocok tanam dengan teknik modern yang tidak memerlukan banyak tempat atau metode hidroponik.

Salah satu penyandang tunanetra Farid mengaku gembira bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia mendapatkan ilmu baru mengenai cara mengisi waktu luang dengan bertani, meski dengan keterbatasan dimiliki.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Kemauan untuk mandiri itu ada. Dengan kegiatan ini, saya mengerti dan harus berbuat apa. Diajari jadi petani meski keadaan saya buta," ungkapnya di sela-sela kegiatan yang diadakan di eks Gedung Ketahanan Pangan Lamongan, Jumat (1/4/2022).

Koordinator Lamongan Teduh Aminatus Zuriyah menjelaskan, kegiatan ini didukung penuh Pertamina yang menggagas inovasi proyek sosial dengan tujuan meningkatkan skil bagi para penyandang disabilitas. Pelatihan bagi difabel dibagi dalam 3 segmen, dengan mengelompokkan peserta kegiatan menurut keterbatasan yang dimiliki.

"Kegiatan bertujuan untuk medium pengembangan skil up bagi para teman-teman difabel di Lamongan. Ini kegiatan kedua dari serangkaian acara. Nanti puncaknya akan meluncurkan sebuah buku panduan menanam. Pelatihannya ada sendiri-sediri, bagi tuna daksa, tuna wicara, dan tuna netra. Yang daksa sudah ada yang sudah piawai, yang wicara lebih ke petani milenial, dan netra pelatihan dasar pengenalan bahan bertani," ujarnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Diharapkan, para difabel yang telah mengantongi ilmu bisa berkembang dan berdaya setidaknya memperkokoh ketahanan pangan keluarga. "Semoga bisa berdaya, memanfaatkan lahan nonproduktif dan mengisi kejenuhan para teman-teman difabel," urainya.

Secara singkat, Ami menceritakan perasaanya saat memandu para difabel di Lamongan. Dia mengaku kagum dengan semangat dari para peserta meski terkungkung dalam keterbatasan. Mereka sangat bergairah untuk bisa berdikari.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Alhamdulillah sangat antusias. Mereka punya kemauan untuk berubah dan memberi kebermanfaatan meski dalam keterbatasan," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.