Kamis, 18 Jun 2026 17:27 WIB

Mahasiswa Demo Lagi, Tuntut Bupati Ponorogo Tuntaskan Masalah Sampah

Puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ponorogo berunjuk  rasa menuntut penyelesaian masalah sampah. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ponorogo berunjuk rasa menuntut penyelesaian masalah sampah. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Puluhan Mahasiswa di Ponorogo kembali turun ke jalan. Kali ini yang berunjuk rasa puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ponorogo.

Pantauan di lokasi, dalam aksi kali ini puluhan mahasiswa menduduki kantor Bupati Ponorogo. Demo tersebut nyaris ricuh. Puluhan mahasiswa mencoba meringsek masuk ke kantor Bupati Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi terlihat. Namun sayang puluhan mahasiswa ini gagal bertemu dengan Bupati Sugiri Sancoko.

Ketua Cabang PMII Ponorogo, Agus Murjiranto mengatakan bahwa status di tempat pembuangan akhir (TPA) Mrican sudah overload. Air limbah juga sudah turun ke selokan.

Dari riset terungkap bahwa banyak sekali limbah ke selokan irigasi pertanian, mengalir ke sawah. Hal itu berdampak pada hasil panen buruk sekali.

"Panen petani itu turun 50 persen dari hasil maksimal, " ujar Agus selesai aksi, Jumat (1/4/2022).

Baca Juga: Sampah Overload di Ponorogo, Mahasiswa Tagih Janji Bupati Sugiri Sancoko

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Air limbah ini ini menyebabkan penyakit kulit. Karena airnya mengalir ke sawah milik warga. Gunungan sampah ini tercium radius 2 Km. Baunya sangat menyengat.

"Kami mengharapkan upaya dari pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk betul-betul mencarikan solusi dan mengawal permasalahan ini sampai selesai, " tambahnya.

Dia menagih janji Bupati Sugiri Sancoko yang bisa mengurai permasalahan sampah. Pemerintah Kabupaten Ponorogo berencana untuk mengurangi jumah volume sampah yang masuk ke TPA Mrican dengan cara melakukan pengolahan sampah secara mandiri oleh masyarakat dalam bentuk pemilahan sampah organik dan an-organik dengan tujuan agar sampah yang masuk ke TPA mrican hanya sampah an-organik saja.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

Hal ini karena sampah organik diolah mandiri untuk dijadikan kompos, sedangkan sampah an-organik rencananya akan dikelola menjadi Briket sebagai sumber energi terbarukan (renewable).

"Namun, fakta di lapangan tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Sampah organik maupun an-organik di TPA tersebut menggunung dan mengeluarkan air limbah," tambahnya.


"Kita akan mengawal terus. Artinya tadi kita komunikasi audiensi, pingin mengawal ini, bahwasanya besok, di jam pagi, akan audiensi dengan Bapak Bupati, akan mengusut terus permasalahan ini sampai selesai," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.