Sabtu, 20 Jun 2026 05:30 WIB

Serahkan SK PPPK, Gus Ipul: Jangan Jadi Guru yang Datang Lalu Pulang Saja

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 30 Mar 2022 14:36 WIB
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan SK PPPK untuk guru.(Foto: Humas Pemkot Pasuruan)
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan SK PPPK untuk guru.(Foto: Humas Pemkot Pasuruan)

Pasuruan - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2021, Rabu (30/3/2022). SK PPPK tersebut untuk guru.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan tiga arahan penting. Yakni, guru harus penuh kesungguhan bekerja, cetak prestasi, dan harus menanamkan semangat toleransi tinggi.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Ingatkan Bahaya Politik Praktis

"Saya ucapkan selamat untuk para guru yang telah diangkat menjadi PPPK. Saya ingin sampaikan tiga pesan untuk para guru. Yaitu kerja dengan sungguh-sungguh, cetak prestasi, dan semangat toleransi yang tinggi," jelas Gus Ipul.

Sosok guru harus bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencetak pelajar menjadi manusia unggul dan menjadi pemenang di zamannya. Berbekal kecerdasan intelektual dan spiritual.

"Ini PR kita bersama. Murid dapat menjadi manusia yang unggul. Diharapkan murid-murid punya kecerdasan intelektual dan spiritual. Menjadikan kecerdasan spiritual untuk lebih dekat kepada Tuhannya," tegas Gus Ipul.

Baca Juga: Calon Guru Berprestasi, Mahasiswi Unusa Juara Jujitsu Nasional

Gus Ipul menekankan, program pendidikan di Kota Pasuruan harus ada target berprestasi sesuai dengan bidang masing-masing. Baik oleh muridnya maupun gurunya.

"Saya ingin mengajak para guru PPPK yang baru saja menerima surat petikan SK, bikin prestasi yang dimungkingkan di tempat kerja masing-masing. Jangan jadi guru yang datang lalu pulang saja. Harus ada target prestasi,” imbuhnya

Baca Juga: Pidato 4 Bahasa Siswa Sekolah Rakyat Sambut Kunjungan Menteri Sosial ke Gresik

Satu lagi, kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah serta kekerasan seksual kepada anak perempuan juga menjadi PR penting di dunia pendidikan.

"Salah satu yang bisa kami lakukan pasang CCTV di setiap sekolah-sekolah. Biar bisa melihat anak-anak baik di luar maupun dalam sekolah. Inilah yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya kekerasan seksual, seberapa jauh diskriminasi, perundungan di sekolah itu. Titip tiga hal ini untuk para guru," tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.