Minggu, 21 Jun 2026 02:43 WIB

Transformasi Pariwisata Sejarah, Pemkab Lamongan Renovasi Makam Ibu Gajah Mada

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat meletakan batu pertama secara simbolis dimulainya pembangunan di makam ibunda Gajah Mada. (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat meletakan batu pertama secara simbolis dimulainya pembangunan di makam ibunda Gajah Mada. (Foto: Disparbud Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Rencana transformasi pariwisata sektor sejarah dan budaya di Lamongan mulai digarap Pemkab setempat. Kompleks pemakaman ibu Gajah Mada di Kecamatan Ngimbang sudah mulai direnovasi. Pusara yang sering disebut makam Nyai Andongsari itu akan memulai perjalanan Pemkab Lamongan mendewasakan sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubika mengatakan tahun ini sejumlah kompleks malam akan dibidik pihaknya untuk dilakukan pembangunan.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

"Tahun ini, selain makam Nyai Andongsari, juga Makam Mbah Lamong, Makam Joko Tingkir, Makam Mbah Kinameng serta penataan Kawasan di Situs Candi Patakan, Desa Pataan, Sambeng," ungkap Siti Rubika, Senin (28/3/2022).

Ditegaskan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, jejak kejayaan sejarah Lamongan masa lalu, menjadi salah satu target yang akan dikembangkan, dilestarikan serta diintegrasikan dalam pengembangan pariwisata Lamongan, melalui Program Ramasinta.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

"Jejak-jejak kejayaan Lamongan masa lalu mulai era Airlangga dan Gajah Mada hinga masa peradaban Islam akan kita rekonstruksi, dengan harapan selain sebagai wujud pelestarian juga guna meningkatkan kebanggan masyarakat terhadap kebesaran peninggalan Lamongan," ulas Bupati Lamongan yang akrab di sapa Pak Yes itu.

Lebih lanjut, Pak Yes menyampikan setelah dilakukan pembangunan situs sejarah dan cagar budaya di Lamongan itu ke depan akan diintegrasikan menjadi pengembangan pariwisata.

Baca Juga: Tujuh Tokoh Nasional Terima Gelar Kehormatan "Ki" dari Padepokan Kosgoro 57

"Nanti akan dikoneksikan satu sama lain, baik wisata religi dan wisata alam, sehingga target peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar dapat tercapai," target Pak Yes.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.