Minggu, 14 Jun 2026 17:19 WIB

Peringatan Harlah ke-76 Muslimat NU, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Harlah ke-76 Muslimat NU di Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Harlah ke-76 Muslimat NU di Sidoarjo. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung percepatan digitalisasi sistem berbasis syariah di kalangan Muslimat NU. Hal ini disampaikannya, saat menghadiri Peringatan Harlah ke-76 Muslimat NU di Masjid Agung Kabupaten Sidoarjo, Minggu (27/3/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menjelaskan jika di Harlah Muslimat NU tahun ini ada program terbaru, yakni Nahdlatut Tujjar Digital Syariah (NTDS).

Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung

“Program digitalisasi ini memang sudah harus dilakukan semua elemen strategis di seluruh dunia. Bahwa proses digitalisasi di berbagai sektor, termasuk di dalamnya adalah sektor ekonomi. Nah, Muslimat NU berusaha memulai dengan Nahdlatut Tujjar Digital Syariah,” ujarnya.

Launching Nahdlatut Tujjar Digital Syariah (NTDS).Launching Nahdlatut Tujjar Digital Syariah (NTDS).

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut menjelaskan, bahwa proses transformasi digital adalah kebutuhan dunia. Menurutnya, belajar dari pandemi yang berlangsung selama dua tahun di Indonesia, mendorong masyarakat melakukan percepatan digitalisasi sistem, termasuk di dalamnya adalah digital berbasis syariah.

“Jadi proses-prosesnya dimulai dari pembayaran SPP anak-anak, pembayaran BPKB, listrik, air dan hal-hal sederhana itulah yang kita ingin bangkitkan di wilayah Muslimat NU,” ujar mantan menteri sosial tersebut.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muslimat NU menambahkan, proses percepatan ini seyogyanya juga harus terakselerasi dengan badan otonom yang ada di lingkungan NU, seperti Ansor, Banser, Fatayat dan sebagainya.

“Trend hari ini dan yang akan datang adalah trend digital, digital ekonomi ini akan masuk kedalam digital finance misalnya. Inilah yang diinisiasi muslimat NU dalam rangka Harlah ke-76,” pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.