Senin, 22 Jun 2026 23:24 WIB

Motivasi Pertahankan Juara Se-Jatim, MTQ di Kabupaten Lamongan Berhadiah Umrah

Bupati Yes menabuh rebana penanda pembuka ajang perlombaan. (Foto: Prokopim Kabupaten Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Yes menabuh rebana penanda pembuka ajang perlombaan. (Foto: Prokopim Kabupaten Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Usai menyabet juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Se-Jatim tahun 2021, Pemkab Lamongan konsisten menggelar ajang serupa pada tingkat kabupaten dengan hadiah utama umrah. Hal itu karena Lamongan sangat bergairah mempertahankan predikat juara umum.

Ajang MTQ ke-26 dibuka langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dengan cara yang cukup unik yakni menabuh rebana yang identik dengan budaya Islam. Dengan harapan kafilah yang membawa nama Lamongan bisa terus bersinar di setiap ajang kedepannya.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 22-23 Maret 2022 dengan diikuti 558 peserta. Menurut Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan, ini sebagai sarana menjaga iklim dunia tilawatil Quran.

"Lamongan tahun lalu menjadi juara umum MTQ tingkat Jatim, ini tentu sangat membanggakan. Untuk itu mari kita terus pertahankan piala bergilir yang ada di samping kita ini akan tetap menjadi milik kafilah Lamongan," harap Bupati Yes, Rabu (23/3/2022)

Dibukanya ajang ini juga, kata Yes, untuk melatih dan menemukan bibit-bibir qori' dan qori'ah yang unggul dan potensial.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

"Mari momen ini kita jadikan untuk ikhtiar panjang kita sebagai syiar yang terus kita sinergikan bersama dengan Gerakan Lamongan Menghafal (GLM) serta bersinergi untuk terus mengembangkan syiar khususnya Alquran di bumi Lamongan," imbuh Pak Yes.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Lamongan, Moh Nalikan juga mengungkapkan, sebagai penyelenggara kegiatan MTQ tingkat kabupaten, LPTQ memiliki peran dalam pola pembinaan kepada peserta MTQ secara kesinambungan dan berkelanjutan untuk mempertahankan Lamongan menjadi juara umum.

"Jadi sebelum berpartisipasi pada ajang MTQ tingkat provinsi, kabupaten harus lebih dulu melaksanakan MTQ ini untuk menjaring kafilah yang mampu bersaing di provinsi maupun nasional," ucap Nalikan.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

Sementara untuk cabang yang dilombakan, kata Malikan, terbagi menjadi 7 cabang dengan 23 golongan. Seperti cabang tilawah Quran yang di dalamnya terdiri dari delapan golongan, salah satunya yakni golongan cacat netra. Kemudian Hifzh Aquran, Tafsir Alquran, Syarh Alquran, Fahm Alquran, Khath Alquran, serta Musabaqah Menulis Ilmiah Alquran.

Tak tanggung-tanggung, bagi peraih medali emas terbanyak, pemerintah akan mengganjarnya dengan hadiah utama berupa paket ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.