Sabtu, 13 Jun 2026 10:40 WIB

Menantang Maut, Warga 2 Desa di Ponorogo Lewati Jembatan Bambu Reyot

Warga Ponorogo melintasi jembatan dari bambu.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Warga Ponorogo melintasi jembatan dari bambu.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Warga Desa Sendang dan Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, terpaksa menantang maut. Sebab dalam menjalankan aktivitas setiap harinya, mereka harus melewati jembatan bambu. Jembatan tersebut merupakan jalan pintas yang menghubungkan kedua desa. Bila tak melewati jembatan, warga harus memutar dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Pantauan di lokasi, kondisi jembatan sudah reyot. Infrastruktur itu hanya terbuat dari bambu dan papan seadanya. Warga yang melintas harus berpegangan sisi jembatan agar tidak terpeleset dan jatuh ke sungai. Maut pun mengancam. Jarak antara jembatan bambu dengan sungai sekitar 4 meter.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Setiap hari saya lewat jembatan ini untuk menuju ke Desa Gedangan,” ujar Katijem salah satu warga Desa Sendang, Rabu (23/3/2022).

Jembatan bambu yang menghubungkan 2 desa di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)Jembatan bambu yang menghubungkan 2 desa di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Baca Juga: Waspada! Ini 5 Titik Rawan Laka dan 3 Area Macet di Bojonegoro

Katijem terpaksa memilih melintasi jembatan bambu demi mempersingkat waktu perjalanan. Jika tidak melewati jembatan, maka harus memutar beberapa kilometer dan butuh waktu lama.

"Kalau lewat sini dekat dan cuma 20 menit sampai ke Desa Gedangan. Jika tidak, harus mutar dan jaraknya jauh," tambahnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Sementara itu, Kepala Desa Gedangan Paijo mengatakan bahwa jembatan bambu dibuat atas kesepakatan warga di dua desa. Warga pun menyadari bahaya selalui mengintai saat nekat melintasinya. Sebab jembatan hanya ditumpangi bambu.

"Warga sepakat membangun jembatan untuk akses yang cepat menuju kedua desa. Harapannya ada perhatian khusus dari pemkab maupun pemprov untuk membantu beban masyarakat seperti ini," ujar Paijo.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.