Rabu, 17 Jun 2026 22:32 WIB

Viral Bus Terobos Tenda Hajatan di Magetan, Begini Faktanya

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 20 Mar 2022 17:15 WIB
Tangkapan layar bus terobos tenda hajatan warga di Magetan (Foto: Tangkapan layar video akun Instagram @magetanviral)
Tangkapan layar bus terobos tenda hajatan warga di Magetan (Foto: Tangkapan layar video akun Instagram @magetanviral)

Magetan - Sebuah video berisi bus disebut menerobos tenda hajatan viral di media sosial (medsos). Peristiwa itu disebut terjadi di salah satu desa di Magetan.

Video berdurasi 26 detik itu, salah satunya diunggah akun Instagram @magetanviral. Dalam video itu tampak bus sedang melaju pelan di tengah tenda hajatan pengantin. Terlihat pula panggung hiburan dengan seorang biduan dangdut tampil di sana.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Sejumlah warga juga terlihat memandu laju bus agar bisa melintas di antara panggung hiburan yang berhadapan dengan panggung pengantin. Sementara warga lain asyik menikmati alunan musik dangdut sambil berjoget.

Mereka kemudian merapat ke arah panggung untuk memberi jalan bus agar bisa melintas. Video tersebut telah disukai 662 orang.

"Infone maseh, jare iki neng Magetan. (Infonya, katanya kejadian ini di Magetan)," tulis akun @magetanviral seperti dilihat jatimnow.com, Minggu (20/3/2022).

Sementara salah satu warga Magetan, Suradi mengakui jika peristiwa itu terjadi di desanya, yaitu Desa Dadi, Kecamatan Plaosan.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

Dia menjelaskan bahwa bus melintas tenda hajatan itu pada Kamis (17/3/2022) malam.

"Bus itu lewat terop (tenda) orang punya hajatan, karena akan masuk ke garasi. Bus itu milik salah satu warga desa sini. Itu sudah biasa. Bus itu baru pulang dari luar kota," terang Suradi.

Menurutnya, bus itu melewati tenda saat hari sudah agak malam. Sehingga tamu undangan juga mulai sepi, meski hiburan musiknya masih ada.

Baca Juga: Sopir Angkutan Pelaku Intimidasi Turis Asal China di Probolinggo Minta Maaf

Di daerah Plaosan dan sekitarnya, lanjut Suradi, sudah hal biasa ada bus menerobos jalan yang digunakan untuk hajatan warga. Dan, jalan yang dilalui bus di dalam video itu merupakan jalan desa dan dipastikan tidak mengganggu kegiatan hajatan warga.

Jalan desa di wilayah kaki Gunung Lawu itu rata-rata sempit dan satu jalur. Sehingga warga tidak mempermasalahkan jika ada bus yang lewat ketika ada hajatan warga.

"Itu kan jalanya cuma satu. Jadi sudah biasa pas acara resepsi ada orang lewat bawa rumput pulang dari sawah," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.