Selasa, 16 Jun 2026 03:17 WIB

Minyak Goreng Masih Langka, Warga Lamongan: Balik Kanan Wae

Stok minyak goreng di salah satu tokoh ritel modern di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy I./jatimnow)
Stok minyak goreng di salah satu tokoh ritel modern di Lamongan. (Foto: Adyad Ammy I./jatimnow)

Lamongan - Harga minyak goreng kembali melonjak. Di Kabupaten Lamongan, harganya mencapai Rp24 ribu per liter. Alhasil, banyak warga yang mengurungkan niatnya untuk membeli minyak goreng.

Seperti terjadi di minimarket Jalan Basuki Rahmat. Di sana, harga minyak goreng merek Bimoli kemasan 2 liter seharga Rp48 ribu dan Filma Rp50.900. Menurut salah satu petugas minimarket Woto, peningkatan harga minyak goreng berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Kini jumlah pelanggan menurun drastis.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Sebenarnya banyak yang mau beli kemarin malam, tapi langsung balik (batal beli) karena harga kembali mahal. Beda sama pas harga Rp14 ribu, begitu barang datang langsung habis," tuturnya, Kamis (17/3/2022).

Kondisi di pasar tradisional lebih parah. Bahkan pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan Kharisma Devi memutuskan untuk tidak lagi menjual minyak goreng.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Sengaja untuk sementara tidak menjual minyak goreng karena harganya yang belum stabil dan stoknya minim. Nggak kulakan dulu, harganya belum stabil. Takut," kata Devi.

Sementara salah satu warga yang ditemui saat memburu minyak goreng, Nur Qomar mengaku sudah berkeliling ke 3 toko ritel di kawasan Kota Lamongan. Namun minyak tidak ditemuinya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Terhitung 3 toko ritel modern saya masuki yang terletak di Desa Pile, Desa Sanur, dan Desa Kali Kapas. Namun tetap tidak ada minyak. Jadi balik kanan wae (saja, red), mas," ujarnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.