Minggu, 21 Jun 2026 19:06 WIB

Pelajar SMP Tewas Dikeroyok di Mojokerto Gegara Foto Profil WhatsApp

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar saat beberkan barang bukti. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar saat beberkan barang bukti. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Seorang pelajar di Kecamatan Puri meregang nyawa setelah dikeroyok oleh dua orang di Jalan Desa Karangjeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku yakni M Indras Wari (21) warga Desa/Kecamatan Trowulan dan NA ( n16) Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, pelaku utama yakni Indras alias Aldi merasa tidak senang karena hal yang sepele.

"Awal mula kejadian diduga korban ini menggunakan profile picture untuk WhatsApp dari foto pelaku," kata Apip, Kamis (17/3/2022).

Mantan Kapolres Pamekasan ini menjelaskan, korban tewas setelah dua pelaku mengeroyok dengan memukul memakai gitar dan tangan kosong berkali-kali membuat tulang tengkorak pelajar itu retak dan pendarahan.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Korban sempatkan dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit Islam dan sudah menjalani operasi namun nyawanya tidak tertolong pada Selasa (15/3) kemarin," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menyebut, motif pelaku melakukan pengeroyokan karena jengkel.

"Motifnya adalah karena dendam tidak suka korban ini dinilai diketahui menggunakan foto milik dari pelaku," bebernya.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Di tempat yang sama, Indras menjelaskan, dirinya melakukan pengeroyokan karena korban memakai fotonya dan dipakai untuk hal yang tidak pantas.

"Foto saya dibuat foto profil WhatsApp. Soalnya dibuat video call seks gitu. Saya menyesal, mau ngasih pelajaran buat tidak diulangi lagi dengan mukul dia. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.