Selasa, 16 Jun 2026 08:41 WIB

Belum Mampu Gunakan VAR di Liga Indonesia, 4 Wasit Solusinya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Kamis, 17 Mar 2022 12:36 WIB
Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh. (Foto: Dok jatimnow.com)
Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh. (Foto: Dok jatimnow.com)

Surabaya - Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh mengatakan pemakaian asisten wasit video (video assistant referee/VAR) di Liga Indonesia tampaknya masih jauh dari harapan. PSSI belum bisa menyediakannya lantaran biaya alat ini dinilai sangat mahal.

"Untuk gelaran Liga Indonesia musim depan belum ada yang memakai VAR. Masih dalam pembahasan. Karena satu lapangan, VAR bisa mencapai Rp80 miliar," kata Riyadh kepada wartawan, Kamis (17/3/2022).

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

Sebagai gantinya, PSSI menggunakan tambahan asisten wasit. Asisten wasit tambahan ini ditugaskan di dekat gawang masing-masing tim yang berlaga. Mereka dilengkapi tongkat dan gelang yang terhubung dengan wasit tengah untuk menganulir atau mengoreksi keputusan yang kurang tepat.

Asisten wasit tambahan ini sekarang sudah diterapkan di sisa-sisa pertandingan Liga 1 musim ini.

Baca Juga: BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

"Liga 3, tidak ada wasit tambahan, yang ada wasit tambahan hanya di Liga 1, sambil menunggu VAR maka ditambah dua wasit, mulai kemarin tanggal 9 (Maret), pertandingan sudah menggunakan asisten wasitnya jadi empat," jelas Riyadh.

Sementara untuk antisipasi praktik pengaturan skor oleh mafia bola, Riyadh lebih memilih jalur pembinaan terhadap wasit dan klub peserta liga. Menurut dia, tanpa klub yang berbuat curang tidak mungkin ada wasit yang curang.

Baca Juga: Resmi! Surabaya Jadi Gerbang Timnas Mini Football ke Piala Dunia 2026

"Jadi simbiosis mutualisme. Semuanya saling terkait. Maka kita harus berantas ini semuanya. Wasit di Indonesia ini, tertinggi honornya seluruh Asean. Paling tinggi di Indonesia, nggak ada alasan lagi kekurangan uang," tegasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.