Rabu, 17 Jun 2026 02:15 WIB

Berkat Jualan Cucur, Perempuan di Ponorogo Bisa Bayar Utang Rp3 Miliar

Maya Nika Sari Putri menunjukkan kue cucur olahannya.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Maya Nika Sari Putri menunjukkan kue cucur olahannya.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Hidup bagaikan roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Itulah yang dialami Maya Nika Sari Putri (36), warga Jalan Cindewilis, Ponorogo. Dia pernah gulung tikar hingga dicekik bunga renternir. Namun berkat jualan kudapan cucur menyelamatkan hidupnya dari belitan hutang. 2017 lalu, ibu 2 orang anak ini memiliki utang Rp3 miliar. Kini yang tersisa tinggal ratusan juta rupiah.

Saat ditemui di rumahnya, Maya terlihat sibuk mengolah cucur. Dia sedang membuat ratusan biji cucur pesanan salah satu pondok pesantren di Ponorogo. 4 Tungku kompor menyala bersamaan. Setelahnya, Maya menuangkan adonan. Terakhir memberi toping cucur buatannya. Ini yang membedakan cucurnya dengan di pasaran.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Alhamdulillah mbak, jualan saya cuma cucur. Tapi bisa melunasi utang miliaran," ujar Maya, Kamis (17/3/2022).

Dia lalu membuka cerita bahwa dulu adalah seorang pengusaha baju kekinian pada 2015. Kala itu, tokonya di Jalan Pramuka tak pernah sepi pembeli. Hingga dia memberanikan diri berpindah lokasi sekitar 2016. Semula di utara jalan, Maya memilih membeli bangunan di Selatan jalan yang kemudian dibongkar dan dibangun tingkat dua.

Saat itu, Maya mengejar target lebaran. Sehingga dua bulan bangunan toko dua tingkat terwujud sesuai keinginan. Dia juga menambah pegawai. dan fasilitas.

"Saya beranikan untuk berutang untuk beli tanah, bangun, menambah pegawai, menambah fasilitas seperti AC. Semua bank sudah saya fulkan utang, " jelasnya

Hingga jatuh ke renternir. Namun itu menjadi awal malapetaka. Pikirannya saat membangun, laba toko baju akan berkali-kali lipat. Rupanya, bayangan tidak menjadi kenyataan. Yang terjadi adalah laba yang didapat sama. Tetapi tanggungan seperti gaji karyawan bertambah dan lainnya.

"Utang tambah menumpuk. Saya harus menyicil setiap bulan Rp150 juta. Yang di renternir makin berbunga," terang Maya.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Dia pun gulung tikar. Toko yang dibangun dijual untuk melunasi utang. Utangnya di bank yang sampai Rp8 miliar tinggal Rp3 miliar setelah menjual toko. Sisanya harus bekerja keras. Semua serba tidak ada. Bahkan, suaminya pernah sampai tidak punya uang untuk sekedar mengisi bensin saat berangkat kerja.

Maya mengaku akhirnya membuka usaha kuliner kue cucur. Karena dasarnya dia suka dengan kudapan cucur. Namun sering kehabisan ketika mencari di pasar tradisional.

"Saya mencoba untuk mengotak-atik resep. Menjualnya melalui online. Di Instagram cucur ceria," jelasnya.

Bedanya, cucur yang dia jual lebih premium. Karena ada dua rasa, pandan Dan gula merah. Bahannya alami tidak seperti yang dijual di pasar. Dalam sehari, paling sepi biasanya Maya membuat 300 keping kue cucur. Namun seringnya dia membuat 2.000 hingga 3.000 keping kue cucur.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Tak hanya disajikan biasa, Maya pun menambahkan topping berbagai macam. Mulai dari cokelat, greentea dan keju. Ternyata semakin menambah nikmat kudapan satu ini.

"Itu yang menjadi andalan saya. Beda dengan cucur yang dijual di pasaran. Yang paling disenangi itu yang toping cokelat," jelas Maya.

Menurut Maya, penjualannya terbantu dengan online. Selain dari IG, dia juga tergabung dalam ojek online. Banyak pelanggan yang memesan via online. Dari situ, dia bisa mendapatkan Rp500 ribu hingga Rp2 juta sehari. Dia pun sedikit demi sedikit melunasi utangnya yang miliaran rupiah.

"Tidak terasa utang Saya sudah lunas 75 persen. Saat ini saya berusaha melunasi 25 persen. Kalau ada kemauan pasti ada jalan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.